Pandemi, Pengusaha Hijrah ke Pasar Digital

jagatBisnis.com — Masa pandemi Covid-19 mengubah model bisnis usaha yang selama ini mengandalkan penjualan dari gerai fisik. Karena tak mau digerus tren, pengusaha ramai-ramai hijrah pasar digital dan memanfaatkan e-commerce. Salah satunya, Perum Bulog yang mulai menjajal penjualan beras melalui daring.

Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Gatot Trihargo mengatakan, selama pandemi banyak masyarakat yang tak berani keluar rumah. Padahal, masalah perut tak bisa tahan. Untuk memudahkan akses masyarakat ke bahan makanan pokok, pihaknya telah menjual beras lewat marketplace. Ditargetkan penjualan beras dan bahan pangan lainnya mampu tumbuh hingga 68 persen pada 2021.

“Sejauh ini, penjualan daring Bulog sudah tersedia di 7 kota. Sebanyak 5 di antaranya ada di Pulau Jawa, dan 2 lainnya ada di Medan dan Makassar. Mendapat respons yang baik, tahun depan kami akan membuka toko online di 19 kota lainnya di seluruh Indonesia,” katanya dalam acara IDX Channel Economic Outlook 2021 di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menyebut perpindahan penjualan dari fisik ke daring (online) merupakan keniscayaan. Tak heran, sejumlah anggotanya telah ikut membuka tokonya di marketplace.

“Apalagi, saat ini pertumbuhan e-commerce sangat signifikan. Hal itu sesuai dengan adanya dukungan dan transformasi digital di Indonesia dan seluruh dunia,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin, mengungkapkan, pandemi memang memaksa berbagai usaha untuk pindah ke e-commerce. Karena masih banyak yang harus dibenahi, mengingat masih mudanya jaringan e-commerce di Indonesia.

“Mulai dari regulasi yang melindungi pembeli, perbaikan infrastruktur penunjang pengiriman paket, hingga sinyal internet yang belum merata. Selain itu, masih banyak tantangan di sisi infrastruktur, sinyal yang belum merata dan sebagainya,” pungkas Rachmat. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button