Ngabuburit Asyik ala Anak-anak Mustahik Binaan BAZNAS di Tuban

JagatBisnis.com –  Hari ketiga program ecobrick di Bulan April memasuki Bulan Suci Ramadhan. Sejumlah anak di Desa Sumurgung yang tergabung dalam Rumah Baca Harapan (Sahabat Pulau Indonesia Karateker Tuban) melakukan kegiatan pelestarian lingkungan dengan pengolahan limbah anorganik.

Anak-anak mustahik binaan ZCD BAZNAS kelompok Putri Berdikari Batik melalui kegiatan yang terintegrasi dengan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, mendorong misi menjaga ekosistem darat di Desa Sumurgung. BAZNAS melalui ZCD berkomitmen tidak hanya meningkatkan standar ekonomi binaannya dalam mencapai harapan mustahik menjadi muzaki, namun juga mewujudkan keharmonisan lingkungan.

Misi mengumpulkan 640 botol sampah plastik kini sudah memasuki perjalanan ketiga. Anak-anak mustahik dan beberapa pemuda terus menambah pengetahuan terhadap lingkungan terutama sampah plastik. Melalui program pembinaan mustahik di Desa Sumurgung yang dilakukan oleh ZCD BAZNAS berupaya membangun kesadaran masyarakat akan kepedulian lingkungan.

“Tugas utama dalam pendampingan ini adalah mendorong kelompok binaan ZCD dalam program Eco Fashion Community untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dari bisnis tekstil. Sementara banyak bisnis, termasuk bisnis tekstil tidak memperdulikan lingkungan. Maka dari itu yang menjadi pekerjaan rumahnya, adalah mengantar 13 perempuan pengrajin batik warna alam bisa memahami posisi lingkungan sebagai ruang yang akan terdampak,” kata relawan Ecobricks, Rifki

Dalam kegiatan ecobricks pada Sabtu (17/4), Sahabat ZCD mengajak 5 anak Desa Sumurgung untuk berkegiatan sambil ngabuburit yang dimulai pukul 15.00 WIB. Beberapa anak-anak mustahik dan anak-anak SD 01 Sumurgung datang dengan membawa plastik yang sudah dikumpulkan sejak 7 hari silam. Sampah kemasan plastik yang mereka bawa, segera ditimbang dan dikemas dalam botol. Sebelum beraktifivitas, anak-anak mengatur tempat belajar seadanya, kemudian kegiatan dimulai dengan doa bersama. Kegiatan ecobricks yang dijalankan pada bulan April ini, juga merupakan rangkaian kegiatan ecobricks yang telah berjalan sejak Februari.

Misi mengumpulkan 640 botol sampah plastik kini sudah mengumpulkan 49 botol plastik dengan ukuran 1,15 liter, 17 botol ukuran 600 ml, 16 kaleng ukuran 500 ml, dan 12 botol ukuran 200 ml. botol dengan ukuran 1,15 liter direncanakan akan menjadi bahan baku untuk membangun Rumah Baca, sementara yang lain akan dikelola menjadi aksesoris atau mini interior dalam rumah.

Sejauh program ini berjalan, ada 2 anak mustahik yang konsisten dengan kegiatan tersebut, yaitu Aim (kelas 6 SD) dan Ita (kelas 4 SD). Namun ada beberapa anak SD 01 Sumurgung juga mengikuti agenda ecobricks ini pada pekan lalu. Keikutsertaan mereka merupakan dampak dari komunikasi antara Aim dan Ita yang juga merupakan siswa SD 01 Sumurgung.

Dengan adanya program ecobricks ini diharapkan Desa Sumurgung dapat menjadi Desa yang ramah lingkungan, dengan mendaur ulang sampah plastik rumah tangga sehingga memiliki daya nilai yang bermanfaat terhadap lingkungan sekitar.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button