Musim Hujan 2021, Bahaya Ancam 243 Perlintasan Kereta Api

JagatBisnis.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI
mencatat, ada 243 titik perlintasan kereta di Jawa dan Sumatera yang rawan banjir, longsor dan amblas
saat musim hujan tahun 2021 ini. Rinciannya 92 titik rawan banjir, 85 rawan longsor, dan 66 titik rawan.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan jumlah titik rawan ini berkurang 30 persen jika dibanding dengan 2020 yang sebanyak 345. Pihaknya semakin meningkatkan kewaspadaan pada musim hujan kali ini agar titik rawan tersebut tak menimbulkan masalah.

“Bahkan, kami juga sudah menyiapkan sejumlah langkah demi mengantisipasi kerawanan tersebut supaya tak menimbulkan gangguan pada perjalanan kereta,” kata Joni dalam keterangan tertulis, Rabu (10/11/2021).

Dia menjelaskan, antisipasi yang dilakukan, pertama, menyiagakan petugas khusus di titik-titik rawan. Petugas tersebut secara bergantian bersiaga selama 24 jam untuk terus memantau daerah rawan bencana. Para petugas juga dapat langsung melakukan tindakan, jika terjadi masalah pada jalur rawan tersebut.

“Kedua, menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di berbagai stasiun yang berdekatan dengan daerah rawan. AMUS yang disiapkan tersebut berupa pasir dalam kantong karung, bantalan rel, perancah dari besi untuk penahan pondasi jalur, dan lainnya,” ungkapnya.

Menurut dia, sejumlah peralatan ringan hingga alat berat seperti Multi Tie Tamper (MTT) juga disiagakan untuk merawat kondisi jalur rel agar tetap laik dilintasi kereta api.

“Ketiga, melakukan berbagai perbaikan melalui normalisasi drainase dan pembuatan talut penahan konstruksi jalur KA, sehingga jumlah lokasi rawan tersebut dapat berkurang,” bebernya.

Keempat, lanjut Joni, melakukan pensterilan jalur dari pepohonan. Karena hingga Oktober 2021 pihaknya telah melakukan pemotongan pohon sebanyak 7.876 pohon untuk menghindari terjadinya pohon tumbang di jalur rel yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.

“Pengecekan jalur secara langsung juga rutin kami lakukan baik dengan jalan kaki maupun menggunakan lori dressin. Bahkan, para kepala daerah operasi terjun ke lapangan untuk dapat melakukan perbaikan dengan segera jika menemukan masalah,” imbuhnya.

Dia menambahkan, upaya itu dilakukan KAI untuk memitigasi gangguan di musim hujan. Upaya itu diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api untuk mendukung konektivitas sehari-hari.

“Memasuki musim hujan ini, kami berkomitmen untuk terus bersiaga dan melakukan perbaikan jalur agar perjalanan kereta api di seluruh area kerja senantiasa lancar dan selamat,” pungkasnya. (*/eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button