Morula IVF Ciputat Mengadakan Drive-In Seminar Pertama di Indonesia Ciputat Mengadakan Drive-In Seminar Pertama di Indonesia

JagatBisnis.com –  Pertama kali di Indonesia, Drive-In Seminar hadir di Morula IVF Ciputat. Berlokasi di RSIA Citra Ananda, Jl. RE Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Drive-In seminar edukasi yang diberi nama Morula Fertility Talk ini digelar pada 26 Juni 2021 di area lapangan Morula IVF Ciputat, dihadiri para peserta yang mengikuti acara dengan tetap berada didalam mobil masing-masing.

Masih menjadi rangkaian acara Morula Fertility Fest 2021, Morula IVF Ciputat melakukan kegiatan Drive-In Seminar untuk memberikan edukasi dan solusi tentang masalah infertilitas kepada pasangan suami istri, dengan meminimalisir resiko penyebaran virus Covid-19.

Konsep Drive-In seminar ini menjadi yang pertama kali di Indonesia yang menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mendapatkan edukasi tentang masalah infertilitas, melalui kelas Morula Fertility Talk dengan konsep yang unik, dan tentunya aman dari penyebaran Covid-19 karena pembatasan kontak langsung dengan orang lain selama seminar,” ujar Ade Gustian Yuwono, Managing Director Morula IVF Indonesia.

dr. Ivander Ramon Utama, F.MAS, SpOG, dokter kandungan dan kebidanan Morula IVF Ciputat, yang menjadi salah satu narasumber menambahkan, Drive-In Seminar ini sangat inovatif di masa pandemi, mengingat kegiatan virtual masih belum bisa menggantikan pertemuan tatap muka karena adanya interaksi yang lebih hangat antara narasumber dan peserta. Namun peserta juga seringkali khawatir dengan protokol kesehatan dan penyebaran pandemi bila seminar dilakukan secara tatap muka. Disini interaksi narasumber dan peserta akan tetap berlangsung, namun dengan protokol kesehatan yang jelas sangat aman karena peserta berada di dalam mobil masing-masing”.

Drive-In Seminar Morula Fertility Talk

Morula IVF Ciputat turut mendukung program pemerintah terkait ‘New Normal’, meliputi social distancing dan physical distancing sejak memasuki masa pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hingga saat ini Morula terus melakukan berbagai penyesuaian, termasuk keamanan protokol medis dan layanan kepada pasien di kondisi ‘New Normal’ sekarang.

Hadirnya konsep Drive-In Seminar yang pertama kali di Indonesia ini bisa menjadi pilihan menarik bagi peserta seminar.

Harapan kami, dengan konsep seminar edukasi yang lebih fun ini peserta bisa semakin senang menggali informasi tentang infertilitas, apalagi dulu infertilitas masih dianggap tabu untuk dibahas, namun melalui seminar ini justru kita mau berikan edukasi dan solusi untuk pasangan suami istri yang hadir dengan car yang lebih menyenangkan”, pungkas dr. Ivander.

Secara medis, infertilitas dibagi menjadi 2 jenis. Pertama, infertilitas primer yaitu suatu kondisi dimana pasangan suami istri belum mampu dan belum pernah memiliki anak walaupun telah melakukan hubungan seksual rutin sebanyak 2-3 kali seminggu dalam kurun waktu 1 tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Kedua, infertilitas sekunder yang berarti pasangan suami istri telah atau pernah memiliki anak sebelumnya, tetapi saat ini belum mampu memiliki anak lagi setelah 1 tahun berhubungan seksual rutin.

Menurutnya, “untuk beberapa kasus infertilitas, teknologi reproduksi berbantu/bayi tabung (in vitro fertilization/IVF) memang menjadi salah satu upaya program kehamilan yang bisa membantu pasangan mendapatkan keturunan”.

TRB (Teknologi Reproduksi Berbantu)

dr. Ivander memaparkan bahwa, “dari hasil konsultasi infertilitas pasien kami di Morula IVF Ciputat dengan faktor infertilitas terbanyak itu ada pada gangguan sperma hingga 30% pasien, kemudian endometriosis dan tuba falopi sebesar 15% dan sisanya dari berbagai faktor. Jadi memang penting sekali untuk pasangan suami istri melakukan konsultasi kesuburan atau BFS (Basic Fertility Screening) untuk mengetahui lebih dini kondisi fertilitas”.

Teknik Reproduksi Berbantu (TRB) atau teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur matang dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization/IVF) atau biasa disebut bayi tabung. Kemudian setelah terjadi pembuahan, sejumlah 2-3 embrio akan ditanam kembali ke rahim istri.

Dengan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran, pasangan suami istri yang mengalami infertilitas masih bisa memiliki kesempatan untuk hamil dan memiliki anak dengan menjalani program bayi tabung/IVF. Beragam teknologi canggih yang digunakan ini sangat bermanfaat memaksimalkan peluang keberhasilan program bayi tabung. Namun demikian, ada faktor lain yang juga sangat menentukan kesuksesan bayi tabung. Yakni, usia si calon ibu.

Untuk tingkat keberhasilan bayi tabung bisa mencapai 70 persen bila dilakukan pada wanita usia muda atau berumur di bawah 35 tahun, sedangkan wanita dengan usia diatas 35 tahun hingga 38 tahun memiliki potensi 50 persen keberhasilan,” ujar Muhammad Rizal, Senior Embryologist Morula IVF Jakarta.

Untuk pasangan yang ingin mengikuti program bayi tabung di klinik Morula IVF Ciputat saat ini lebih terjangkau dengan langsung mengikuti program promo Mid Year 2021. Dengan adanya program ini pasangan dapat menempuh program IVF mulai dari 60 juta rupiah.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button