Mondelez Indonesia Ajak Siswa SD Mengolah Sampah Plastik

JagatBisnis.com – Untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan akan pengendalian sampah plastik sejak dini, Mondelez Indonesia menghadirkan inisiatif #BijakPlastikSejakDini. Diantaranya, kebiasaan untuk mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur ulang sampah plastik. Karena dari data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam indeks ketidakpedulian lingkungan hidup 2018, masih ada 72 persen masyarakat yang tidak peduli dengan sampah. Sehingga kesadaran untuk lebih peduli terhadap sampah harus terus ditumbuhkan.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar mengatakan, pihaknya turut menyambut baik hadirnya inisiatif #BijakPlastikSejakDini ini. Diharapkan, inisiatif ini bisa menjadi inspirasi, sekaligus motivasi bagi seluruh lapisan masyarakat dan juga sektor swasta untuk mendukung target pemerintah dalam mengurangi sampah plastik. Selain itu juga menghidupkan ekonomi sirkular di masyarakat.

“Sampah plastik selalu menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan, baik pencemaran tanah maupun laut. Sifat sampah plastik tidak mudah terurai, proses pengolahannya menimbulkan toksit dan bersifat karsinogenik, butuh waktu sampai ratusan tahun bila terurai secara alami. Pemerintah terus berupaya melakukan untuk bisa mengurangi dampak negative dari sampah plastik,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Sementara itu, Head of Corporate & Government Affairs Mondelēz Indonesia, Khrisma Fitriasari menjelaskan, hadirnya inisiatif #BijakPlastikSejakDini ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengendalian sampah plastik. Inisiatif ini juga merupakan wujud nyata kontribusi pihaknya untuk Indonesia. Karena melalui inisiatif itu, pihaknya ingin memberi edukasi terkait nilai ekonomi dari sampah plastik dan pemanfaatannya sebagai barang berguna.

“Kami berharap inisiatif ini dapat diikuti oleh para siswa, orang tua dan komunitas sekolah agar bersama-sama bijak mengelola sampah plastik untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan,” ujar Khrisma.

Dia memaparkan, sebagai tahap awal, kegiatan ini dilakukan dengan menghadirkan Bank Sampah di dua sekolah dasar (SD), yaitu SDN Duren Tiga 13 dan 14 di Jakarta Selatan. Kegiatan itu melibatkan partisipasi seluruh komponen sekolah, mulai dari peserta didik, guru, orang tua hingga partisipasi karyawan Mondelez Indonesia. Sejak dimulai di bulan Februari 2021, bank sampah telah mengumpulkan lebih dari 2 ton sampah plastik, yang kemudian didaur ulang menjadi berbagai furniture untuk sekolah.

“Kami menggandeng Kertabumi Recycling Center sebagai partner dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bermanfaat bagi sekolah. Karena kami terus berkomitmen menerapkan sustainable business untuk berperan melestarikan lingkungan termasuk pengendalian sampah plastik,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Psikolog & Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima mengungkapkan, mengajarkan kebiasaan baik kepada anak-anak memang cenderung lebih mudah daripada orang dewasa, karena masa tumbuh kembang adalah waktu terbaik untuk menstimulasi anak akan berbagai ilmu.

“Dengan menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini, tentunya akan memperbesar peluang untuk menciptakan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan ketika beranjak dewasa,” jelas Saskhya.

Saskhya menambahkan pada dasarnya anak cenderung mempelajari hal baru dengan mengikuti kebiasaan yang sering mereka lihat. Orang tua bisa memberikan pemahaman atau pengetahuan lewat berbagai macam media, seperti video, buku cerita, dan penjelasan praktis sesuai usia yang membantu mereka untuk lebih memahami pentingnya bijak menggunakan plastik.

“Sistem pengendalian sampah plastik dengan pendekatan bank sampah merupakan salah satu cara yang paling mudah diterima oleh masyarakat. Apalagi untuk meningkatkan partisipasi usia dini. Karena dengan pendekatan bank sampah, pengendalian sampah diterapkan dalam bentuk kerja sama saling menguntungkan. Sehingga bisa memberikan manfaat sosial ekonomi, dan pada akhirnya dapat mengurangi timbunan sampah. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button