Meski Sudah Divaksin Lengkap, COVID-19 Bisa Tularkan di Rumah

JagatBisnis.com – Meski angka kasus COVID-19 sudah menurun, tapi kita tetap harus waspada dengan selalu patuh menaati protokol kesehatan. Karena, kemungkinan penyebaran COVID-19 masih tetap tinggi. Laporan baru-baru ini menyebutkan bahwa COVID-19 bisa menyebar di dalam ruangan, meski orang-orang di dalamnya sudah divaksinasi lengkap.

Tetap berjaga-jaga dan mendapatkan vaksin menjadi dua cara paling penting dalam mencegah penyebaran COVID-19. Uji klinis sudah menunjukkan bahwa vaksin yang tersedia bisa memberikan perlindngan hingga tingkat tertentu terhadap virus. Namun, sudah ditemukan juga bahwa orang yang sudah divaksin masih mungkin menyebarkan virus dan sakit.

Meski demikian, vaksin bisa membantu mencegah penyakit yang lebih serius dan komplikasi, serta menurunkan risiko dirawat di rumah sakit dan kematian.

Infeksi terbaru muncul ketika seseorang kontak dengan virus meski sudah divaksinasi lengkap. Dia tetap tidak bergejala atau mengalami gejala ringan hingga sedang. Tapi, pada kasus orang yang sudah divaksinasi lengkap masih bisa terkena virus, tapi sangat jarang. Menurut studi yang dipublikasi di jurnal The Lancet Infectious Disease pada Jumat, meski kamu sudah divaksinasi lengkap, peluang kamu bisa terinfeksi COVID-19 dan menybarkan penyakit itu kepada orang di rumah.

Rumah adalah tempat paling banyak terjadi penularan virus SARS-CoV-2 secara global. Studi, yang fokus pada sampel kepadatan kontak di rumah yang terpapar varian Delta, menemukan bahwa bahkan tanpa atau dengan sedikit gejala, peluang menularkan virus kepada orang yang belum divaksinasi sekitar dua di antara lima, atau 38 persen.

Peluang ini menurun hingga dua di antara empat, atau 25 persen, jika orang di rumah juga sudah divaksinasi lengkap. “Temuan ini mengindikasikan bahwa infeksi baru pada orang yang sudah divaksinasi lengkap bisa secara efisien menularkan infeksi di dalam rumah,” ujar penulis koresponden Prof Ajit Lalvani dari National Heart and Lung Institute, Imperial College London, UK dikutip laman Times of India.

Studi ini melibatkan 440 rumah tangga di London dan Bolton dengan melakukan tes PCR COVID-19 antara September 2020 hingga September 2021. Hasilnya menunjukkan bahwa meski setelah dua dosis vaksin COVID-19, mereka tetap bisa menularkan. Dengan kata lain, meskipun orang sudah divaksinasi bisa membersihkan infeksinya dengan lebih cepat, puncak viral load mereka – saat orang paling menginfeksi – tetap sama dengan yang terlihat pada orang yang belum divaksinasi. Artinya, mereka tetap bisa menularkan virus di dalam rumah. (pia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button