Masyarakat NTT Perlu Diedukasi Karena Akan Pakai TV Digital

JagatBisnis.com – Persebaran siaran televisi (TV) di Indonesia terhitung cukup sulit. Gambaran itu dapat terlihat pada kawasan Indonesia bagian Timur, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena banyaknya gunung, bukit, dan lembah, serta populasi yang tidak merata membuat sinyal penyiaran tidak mudah tertangkap. Untuk itu, dalam program peralihan siaran TV analog ke TV Digital di seluruh Indonesia, termasuk NTT, kerja sama pemerintah dan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Philip Gobang mengatakan, jadwal peralihan penyiaran TV di NTT akan lebih cepat. Tahap pertama, Analog Switch Off (ASO) akan dilangsungkan pada 30 April 2022. Daerah yang terdampak di NTT adalah Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Malaka. Selanjutnya, pada ASO tahap kedua, daerah yang terdampak adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“Untuk itu masyarakat perlu diberi edukasi mengenai keuntungan setelah beralih ke siaran TV digital. Apalagi, TV digital itu tidak ada semutnya, tidak ada iuran perbulan, tidak pakai pulsa, tidak pakai internet. TV digital bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya,” kata Philip dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (3/10/2021).

Philip menegaskan, sosialisasi ke masyarakat tentang program peralihan siaran TV digital penting dilakukan. Karena untuk beralih ke siaran TV digital, masyarakat perlu mengenali perangkat TV yang tersedia di rumah. Apabila masih menggunakan TV analog atau tabung, maka perlu menggunakan perangkat tambahan set top box (STB).

“Adapun STB dirangkaikan dengan TV analog agar bisa menonton tayangan di siaran TV digital. Selain itu, apabila TV yang digunakan sudah digital dan dilengkapi dengan tuner standar DVBT2, maka masyarakat tidak memerlukan perangkat tambahan. Jadi cukup melakukan pencarian ulang program agar bisa beralih ke TV Digital,” ujar Philip.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT Fredrikus Royanto Bau, mengungkapkan, berbagai kondisi dan perkembangan kesiapan NTT menyambut siaran TV digital. Karena jumlah rumah tangga yang menggunakan TV analog di NTT kurang lebih 85 persen. Sedangkan, jumlah rumah tangga di NTT keseluruhan sekitar 1,1 juta.

“Yang pasti komitmen pemerintah Provinsi NTT, pada 2 November 2022 di NTT sudah terjadi migrasi dari analog ke digital. Kami Siap mendukung program yang baik ini. Apalagi, TV masih menjadi sumber informasi utama bagi 98 persen penduduk NTT,” ungkapn Fredrikus. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button