Mahasiswa UNSIKA Sosialisasikan Pemanfaatan Sistem Vertikultur Komoditas Bawang Merah Di Lahan Sempit

JagatBisnis.com – Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) yang tergabung dalam KKN Tematik Integratif Kelompok 167 melaksanakan sosialisasi pertanian mengenai pemanfaatan lahan sempit dengan sistem vertikultur menggunakan komoditas bawang merah kepada Kelompok Tani Darma Bakti dan Kelompok Wanita Tani Dusun Pasirjengkol (03/11).

Dalam kegiatan ini juga dihadiri dan disambut baik oleh Tati Maryati selaku Kepala Desa Pasirjengkol, Toni selaku Sekretaris Desa Pasirjengkol dan Ade selaku Ketua RW 007 Desa Pasirjengkol. Pemilihan sistem vertikultur didasari oleh kurangnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk bercocok tanam. Teknik Vertikultur merupakan teknik bercocok tanam atau budidaya tanaman yang disusun keatas secara bertingkat. Teknik ini dapat memanfaatkan lahan pekarangan dengan maksimal dimana pada kenyataanya Kabupaten Karawang sendiri memiliki lahan untuk bercocok tanam yang semakin lama semakin sedikit untuk bertani akibat banyaknya pembangunan gedung.

Selain itu, kelebihan dari teknik vertikultur ini yaitu mudah dalam pengaplikasian, menghemat
lahan dan air, pemeliharaan tanaman yang relatif mudah, dan dapat memenuhi kebutuhan pangan di rumah.

Pada kegiatan tersebut, Kelompok Mahasiswa KKN 167 memperkenalkan program pemanfaatan sistem vertikultur komoditas bawang merah. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan pelatihan pada kelompok tani yang ada dengan mendemonstrasikan
pembuatan instalasi vertikultur secara langsung.

Secara singkat langkah pembuatannya yaitu dengan menyiapkan paralon baru atau pun bekas dengan tinggi sesuai kebutuhan. Lalu, membuat lubang dengan teknik pemanasan menggunakan flame gun dengan jarak atas bawah 15 – 20 cm yang sebelumnya sudah di gergaji pola jaraknya.

Pembuatan lubang pada paralon yang telah dipanaskan menggunakan botol kaca. Selanjutnya
merakit vertikultur dengan memasang paralon yang dimasukkan ke dalam ember berlubang
dimana fungsi ember ini agar vertikultur dapat berdiri tegak dan lubang pada ember berfungsi agar sirkulasi udara masuk dan pada saat penyiraman air tidak mengendap di dalam. Tahap akhir yaitu memasukan media tanam hingga seluruh bagian vertikultur penuh secara menyeluruh lalu bibit bawang merah terpilih ditanam ke lubang paralon yang telah berisi media tanam tadi.

Selain itu, mereka juga mengajak para kelompok tani untuk belajar mengembangkan sistem
vertikultur. Koordinator Tim, Tesya April Liyani mengatakan besar harapannya dalam
terselenggaranya kegiatan ini mampu memberikan terobosan baru yang dapat diterapkan dalam kelompok tani tersebut.

“Dari apa yang telah dilaksanakan hari ini, semoga dapat berguna dan memberikan peluang bisnis untuk Dusun Pasirjengkol dalam menyebarluaskan penerapan sistem
vertikultur ini bahkan melakukan penjualan set vertikultur tersebut ke kompleks perumahan yang sejalan dengan lahan terbatas” tegasnya (03/11).

Antusias dan partisipasi aktif oleh Kelompok Tani Darma Bakti dan Kelompok Wanita Tani Dusun Pasirjengkol memberikan suasana hidup selama kegiatan berlangsung. Tedi, salah satu perwakilan dari Kelompok Tani Darma Bakti menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini merupakan sebuah awalan atau proses yang baik khususnya bagi masyarakat Dusun Pasirjengkol dan semakin bersemangat dalam memanfaatkan pekarangan rumahnya yang sempit atau terbatas dengan membudidayakan tanaman secara vertikultur. Pada akhir kegiatan tersebut, para mahasiswa KKN 167 juga memberikan bantuan berupa 3 set lengkap vertikultur berbahan dasar paralon dan media tanam.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Integratif 2021 juga terintegrasi dengan kegiatan penelitian
dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen UNSIKA. Menurut Dr. Elia Azizah,
SP., MP. selaku Dosen Pendamping Lapang (DPL) menyampaikan bahwa dalam rangkaian
kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN ini merupakan bagian dari perwujudan Tri Darma
Perguruan Tinggi yang direalisasikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. “Teman –
teman mahasiswa KKN diharap mampu menganalisis masalah budidaya tanaman bawang merah dan dapat membuat rencana program serta menerapkan teknologi dalam penanganan masalah budidaya tanaman kepada kelompok tani sasaran” tuturnya. (dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button