Lukisan Van Gogh yang Pernah Disita Nazi Akan Dilelang

JagatBisnis.com –  Lukisan Vincent Van Gogh kembali menjadi sorotan. Kali ini lukisan berjudul Meules de blé (tumpukan gandum) yang pernah disita oleh Nazi akan dilelang. Lukisan ini menggambarkan wanita yang bekerja di ladang di Kota Arles, Prancis. Meules de blé diperkirakan akan terjual hingga USD30 juta atau hampir mencapai Rp4,3 miliar.

Pengelola rumah lelang Christies menjelaskan, Van Gogh menciptakan lukisan ini pada 1888 setelah ia mengasingkan diri ke pedesaan Prancis ketika kesehatannya memburuk. Ketika Van Gogh berada di Arles, ia terpikat dengan gaya hidup pastoral di sekitarnya. Gaya hidup pastoral dapat diartikan sebagai gaya hidup yang berkaitan dengan pedesaan dan gembala.

“Lukisan Meules de blé merupakan salah satu dari beberapa karyanya dengan tema panen yang diciptakannya selama berada di desa. Goresan pada lukisan Van Gogh menunjukkan obsesinya dengan Japonisme, yang membuatnya mengadopsi gaya yang lebih mirip dengan seni Japanese woodcuts,” terangnya, Kamis (21/10/2021).

Menurutnya, meskipun adegan yang digambarkan Van Gogh memiliki unsur ketenangan, lukisan ini memiliki sejarah yang rumit. Awalnya lukisan ini dimiliki oleh saudara Van Gogh yang bernama Theo Van Gogh dan kemudian berpindah tangan sebelum dibeli oleh Max Meirowsky, seorang industrialis Yahudi, pada 1913.

“Ketika Meirowsky menghadapi situasi anti-Yahudi di Jerman, ia terpaksa melarikan diri dan mempercayakan lukisan tersebut kepada dealer seni Jerman di Paris. Lukisan tersebut akhirnya menjadi milik Miriam Caroline Alexandrine de Rothschild yang melarikan diri ke Swiss setelah pecahnya Perang Dunia II,” bebernya.

Dia memaparkan, selama pendudukan Perancis, Nazi menjarah koleksi milik De Rothschild dan mengambil Meules de blé di antara barang-barang lainnya. Pada 1941, lukisan Meules de blé dipindahkan ke Jeu de Paume, sebuah museum yang digunakan oleh Nazi untuk menyimpan dan memamerkan karya seni yang dianggap buruk atau disita.

“Meules de blé kemudian dibawa ke Kastil Schloss Kogl di Austria dan masuk ke dalam koleksi pribadi anonim. Setelah runtuhnya rezim Nazi, De Rothschild berusaha mengambil kembali koleksi lukisannya yang hilang, tetapi Van Gogh menghindari dirinya,” imbuhnya.

Pada 1978, lanjutnya, lukisan itu dibeli oleh seorang kolektor seni impresionisme, Edward Lochridge Cox yang juga seorang raja minyak di Texas. Setelah Cox meninggal, perselisihan kepemilikan mulai muncul antara harta milik Cox dengan ahli waris Meirowsky dan De Rothschild. Namun, para pihak tersebut telah mencapai kesepakatan penyelesaian. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button