Lisa Blackpink Tersandung Isu Cultural Appropriation

JagatBisnis.com –  Wajah mempesona Lisa Blackpink sedang kerap wara- wiri. Beliau memasang banyak sekali promosi dalam bagan mengiklankan Single terbarunya“ Money”. Lisa dan manajemen kelihatannya siuman daya internet. Di Youtube, sejak diunggah film klipnya pada 23 September kemarin, beliau masih jadi trending nomor 1 yang hingga saat ini sudah ditonton sampai 54 Juta orang.

Tetapi Berita kurang melemakkan saat ini mendatangi Lisa Blackpink. Terkini ini Lisa tengah dikritik dampak film penjepit terbarunya itu. Beliau ditaksir melakukan Cultural Appropriation ataupun aprosiasi adat yang bisa ditaksir sebagai perebutan adat.

Diketahui dalam film penjepit Money itu, Lisa Blackpink menggunakan gaya rambut anyaman yang memiliki pangkal adat- istiadat dan adat kulit gelap semacam di Afrika. Karena perihal inilah yang mengatakan Lisa Blackpink ditaksir telah melakukan perebutan adat.

Dilansir dari Allkpop, gaya rambut anyaman kotak Lisa Blackpink dalam film itu membuat penggemar jengkel. Beliau juga meminta maaf dalam kegiatan fansign daring untuk album single pertamanya, Lalisa.

Dalam pertemuan daring itu, seorang fansnya membacakan pesan tentang perebutan adat pada Lisa Blackpink dengan santun. Tujuannya untuk ceria Lisa terkait poin itu.

Lisa juga mencermati dan memanjangkan lama fansign jadi 6 menit dari 90 detik.

” Saya tidak memahaminya, dan tidak memiliki arti kurang baik. Kupikir gaya rambut itu amat aksi. Tetapi, saat ini saya merasa tidak lezat. Saya betul- betul memohon maaf bila terdapat yang tersindir karenanya,” ucap Lisa.

Lisa berterus terang hampir meratap mempertimbangkan banyak orang yang merasa tersakiti padahal beliau tak berarti demikian. Beliau tak mengetahui perihal itu menyinggung.

Lisa pula melaporkan kalau lain kali ia akan lebih berjaga- jaga dan mengecek balik seluruhnya. Pada akhirnya, ia akseptabel kasih pada fansnya atas pengakuannya.

Lisa Blackpink meluncurkan film nada Money pada 23 September 2021. Itu ialah lagu keduanya dari album solo awal, Lalisa.

Sebagai informasi, Cultural appropriation ataupun perebutan kultur merupakan sebutan yang digunakan kala seseorang mengadopsi ataupun menggunakan kultur orang lain yang bukan dari etnik ataupun rasnya—tanpa permisi. (pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button