Limbah Plastik Diubah Jadi Air dan Gas

jagatBisnis.com — Selama ini plastik mikro menjadi satu masalah pencemaran lingkungan yang hingga kini sulit untuk diatasi. Namun, para penelit dari Institut National De La Recherche Scientifique (INRS) Quebec, Canada yang dipimpin Patrick Drogui, berhasil melakukan percobaan mengubah limbah plastik mikro menjadi air dan gas karbondioksida. Bahkan, tanpa meninggalkan residu beracun.

Patrick Drogui menjelaskan, penelitian ini dibuat lantaran studi tentang plastik mikro sangat sedikit. Padahal masalah plastik mikro jadi isu yang sangat besar di dunia modern yang banyak menggunakan plastik dalam hidup sehari-hari. Masalahnya, ukuran plastik ini sangat kecil dan sulit diperangkap ketika tersebar di air.

“Sehingga, kami mengembangkan cara baru untuk mengurangi jumlah mikroplastik jika ditemukan dalam konsentrasi tinggi di air. Karena sebagian besar plastik mikro ini menjadi polusi air akibat serat-serat kecil yang lepas dari kain sintesis saat dicuci. Serat-serat plastik mikro ini terlepas ke sungai dan laut terutama akibat limbah rumah tangga atau fasilitas binatu (laundry) komersial,” ungkapnya seperti yang dikutip dari New Atlas, Kamis (21/01/2021).

Dia menjelaskan, dengan temuan itu, para peneliti berinisiatif mengurangi limbah plastik mikro ini langsung di fasilitas binatu. Dengan pencegahan langsung disumber penyebaran, diharapkan bisa segera mencegah plastik mikro ini tersebar ke sumber air lain. Para penelitian mencoba memecah serat plastik mikro menjadi karbon dioksida dan molekul air yang tidak beracun.

“Pemecahan ini dilakukan lewat proses yang disebut sebagai oksidasi elektrolitik untuk menghasilkan radikal hidroksil di dalam air limbah. Nantinya, zat radikal tersebut akan memecah serat plastik menjadi karbon dioksida tidak beracun dan molekul air,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam uji laboratorium yang dilakukan dengan memanfaatkan berbagai bahan elektroda, sejauh ini para peneliti mampu mendegradasi hingga 89 persen partikel polistiren yang diolah dari air limbah simulasi. Proses yang dilakukan menunjukkan cukup menjanjikan untuk mendegradasi partikel plastik dalam air tanpa menghasilkan limbah atau produk sampingan. 

“Kini, kami berencana menguji teknologi itu ke air limbah binatu sebenarnya. Sehingga, percobaan ini kemungkinan akan menghadapi beberapa tantangan baru. Limbah asli ini mengandung bahan material lain yang dapat mempengaruhi proses degradasi, seperti karbonat dan fosfat. (Kedua bahan ini) dapat mengurangi kinerja proses oksidasi,” ulas Drogui. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button