Layanan Kesehatan Cuma-cuma di Era New Normal

JagatBisnis.com – Masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, kerap mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.Kesehatan memang sangat mahal bagi mereka yang bernasib kurang mampu dalam hal ekonomi, terlebih mereka yang berada di kawasan pedesaan terpencil. Selain, minimnya informasi dan penyuluhan kesehatan di wilayah tersebut memungkinkan munculnya penyakit degeneratif yang lebih masif dan menyebarnya penyakit-penyakit menular di masyarakat. Jumat (6/11/2020)

Atas problematika yang terjadi, Dompet Dhuafa, melakukan aksi nyata dalam merealisasikan layanan kesehatan gratis bagi kaum dhuafa. Berdiri tanggal 6 November 2001, LKC Dompet Dhuafa telah menggulirkan pelbagai program, baik yang bersifat preventif (pencegahan), promotif (sosialisasi) dan kuratif (pengobatan) di bidang kesehatan. Kini, dengan semakin berkembangnya permasalahan kesehatan masyarakat, terlebih di masa pandemi Covid-19, LKC Dompet Dhuafa semakin berfokus untuk mengembangkan program-program kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit.

“Pada saat itu ada satu namanya layanan masyarakat yang berkonsentrasi memberikan bantuan kepada mustahik dengan program-program yang dikemas oleh Dompet Dhuafa, ada program pendidikan yang menjadi program beasiswa, ada program kesehatan yang waktu itu kita bekerjasama dengan klinik-klinik yang ada, menjalin kemitraan dan kerjasama. Kita membayar klaim kepada klinik yang menangani mustahik kita. Namun beberapa waktu kita lakukan evaluasi, kenapa kita tidak mengelola sendiri. Akhirnya waktu itu Pak Eri Sudewo menyusun konsep klinik model Dompet Dhuafa dengan layanan gratis dan cuma-cuma, sehingga muncullah nama Layanan Kesehatan Cuma-Cuma”ucap Ustadz Ahmad Sonhaji selaku Direktur Dakwah Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Dompet Dhuafa

LKC Dompet Dhuafa senantiasa bertransformasi untuk bergerak menjawab tantangan zaman di bidang kesehatan, selaras dengan tatanan baru atau new normal melalui nilai-nilai Dompet Dhuafa. LKC Dompet Dhuafa telah berkontribusi dan terus berkomitmen melayani kaum dhuafa di bidang kesehatan. Melalui program kesehatan, lembaga yang sudah menginjak masa remaja ini telah melangsungkan banyak sekali kegiatan yang bertujuan untuk melayani mustahik (penerima zakat) dengan sistem yang mudah dan terintegrasi.

“Kini perjuangan semakin dahsat. Harapannya seluruh tim yang terlibat, mari kita bahu membahu, bekerjasama, saling melengkapi, saling mendukung, saling menguatkan, karena kita memiliki nilai-nilai leluhur untuk tetap menjadi bagian dari masyarakat dan terus memberikan kontribusi kesehatan untuk Indonesia. Sukses untuk kita semuanya, sehat untuk Indonesia,” pungkas Sonhaji.

LKC Dompet Dhuafa di usia 19 tahun ini memasuki era transformasi untuk terus bisa memberikan layanan yang aktual kepada masyarakat.Pada situasi pandemi yang melanda seluruh dunia, LKC terus memberikan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma kini menggariskan sejumlah program penanganan corona, seperti APDC (Aksi Peduli Dampak Corona), KCC (Kampung Cekal Corona), Kawasan Sehat dan Pos Sehat untuk masyarakat Indonesia.

“Teman-teman LKC di seluruh Indonesia, kita semua diberikan satu amanah yang cukup berat, bagaimana dana umat ini bisa sebesar-besarnya memberikan kemaslahatan untuk mustahik. Terlebih lagi saat ini Indonesia masuk ke dalam resesi ekonomi. Artinya kita harus melihat sekitar kita, disebelah kanan, kiri, atas dan bawah kita. Kemungkinan akan ada dhuafa-dhuafa baru, banyak masyarakat yang membutuhkan layanan pembelaan dan pemberdayaan dari kita. Alhamdulillah kita masih diberikan amanah dan masih diberikan kepercayaan untuk tetap hadir di LKC, tentu ini tidak mudah, tetapi kita perlu memaknai milad ini adalah satu momentum untuk terus bertransformasi dan untuk terus memberikan kontribusi,” ucap Dr. Yeni Purnamasari, MKM selaku General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) merupakan lembaga non profit jejaring Dompet Dhuafa khusus di bidang kesehatan yang melayani kaum dhuafa secara paripurna melalui pengelolaan dana sosial masyarakat (ZISWAF- Zakat, Infak, Sedekah dan wakaf) dan dana sosial perusahaan. Selain pelayanan di tempat, juga akan ada pelayanan keliling ke kantong-kantong mustahik yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.

“Saya beraharap teman-teman yang masih mengalami banyak kendala dan banyak kekurangan harus tetap mempunyai semangat untuk melakukan kebaikan. Karena saat kita membantu seseorang pada waktu itu Allah akan membantu kita. ini harus menjadi memomentum untuk memberikan yang terbaik kepada dhuafa serta ini akan menjadi amal kebaikan untuk kita kelak.” Ucap drg. Martina Tirta Sari selaku Pimpinan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button