Langkah Bea Cukai Dorong Potensi Ekspor di Berbagai Daerah

JagatBisnis.com – Bea Cukai terus berupaya tingkatkan potensi ekspor bagi para pelaku usaha di berbagai daerah. Upaya ini dilakukan dengan memberikan asistensi kepada pelaku usaha serta mempererat sinergi baik dengan Pemerintah daerah atau instansi pemerintah lainnya. Hal ini merupakan langkah penting Bea Cukai dalam membantu program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Bea Cukai, Sudiro, menyampaikan, dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi masyarakat karena pengaruh pandemi, Bea Cukai di berbagai daerah harus terus berupaya maksimal dengan menjalin kerjasama dan turun membantu masyarakat mengembangkan usaha, kemudian diikuti dengan diberikannya fasilitas dan asistensi terhadap produk-produk yang memiliki potensi laris di pasar internasional.

Di Jawa Timur, pada Rabu, 19 Mei 2021, Bea Cukai Kediri melakukan kunjungan untuk memberikan asistensi terkait prosedur ekspor dan impor ke CV. Murai Rimba yang berlokasi di Kabupaten Kediri. CV. Murai Rimba merupakan perusahaan yang bergerak dibidang budidaya maggot atau larva lalat black soldier fly (BSF), yang kemudian dikeringkan dan diproses menjadi pelet dan pur untuk makanan ikan maupun unggas.

“Produk tersebut memiliki potensi ekspor yang cukup tinggi, hal ini dibuktikan dengan sudah adanya kegiatan ekspor produk maggot dari beberapa daerah di Indonesia ke berbagai negara. Maggot mulai banyak dibudidayakan di sejumlah daerah, terlebih lagi pengusaha maggot di Indonesia sangat diuntungkan karena budidayanya hanya bisa dilakukan di negara yang beriklim tropis,” jelas Sudiro.

Selanjutnya di Maluku, dalam rangka upaya peningkatan ekspor komoditi hasil laut, Bea Cukai Tual melakukan koordinasi bersama Dinas Perikanan dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Maluku Tenggara Barat. Kegiatan ini perlu dilakukan mengingat tingginya potesi ekspor hasil laut di Maluku.

”Indonesia itu kaya, contohnya di Kepulauan Aru ada beberapa jenis budidaya hasil laut dengan komoditi terbanyak berupa rumput laut dan telor ikan terbang. Selain itu tripang, lobster, serta beberapa ikan basah juga merupakan hasil laut yang banyak dikelolah oleh masyarakat setempat, sayang sekali kalau tidak kita fasilitasi dan kelola dengan baik”, ujar Sudiro.

Namun bukan berarti tidak ada kendala, tidak adanya transportasi langsung yang dapat mengangkut komoditi tersebut ke luar negeri, mengakibatkan kegiatan ekspor hanya dapat dilakukan melalui Kota Makassar atau Surabaya, namun dengan tetap memaksimalkan pengawasan oleh Bea Cukai Tual.

Sementara itu di Medan, dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait pemberdayaan dan peningkatan ekspor daerah bagi industri kecil dan menengah (IKM), Bea Cukai Belawan menerima kunjungan tim bimtek ekspor Bea Cukai Medan.

Kunjungan ini utamanya membahas rencana program kerja, seperti program PEN, upaya peningkatan insentif bagi pengusaha IKM melalui fasilitas kemudahan ekspor tujuan impor (KITE), relaksasi kemudahan baik prosedural atau fiskal, serta adanya sinergi bersama instansi pemerintah lain atau pemerintah daerah dalam upaya peningkatan ekspor. Selain itu, dibahas juga terkait pentingnya pelatihan dan sosialisasi bagi pelaku usaha dan internal pegawai selaku agen fasilitas.

“Berbagai upaya Bea Cukai ini diharapkan mampu mendorong ekspor, mengingat ekspor merupakan salah satu unsur pendorong perekonomian negara, baik untuk pelaku usaha atau devisa yang dihasilkan. Hal ini penting, mengingat adanya perlambatan perekonomian di masa pandemi sekarang ini,” pungkas Sudiro.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button