Lancarkan Proses Bisnis, Bea Cukai Kunjungi Pelaku Usaha

JagatBisnis.com – Bea Cukai kembali melakukan kunjungan ke para pelaku usaha untuk memberi asistensi dan bimbingan dalam rangka memperlancar proses bisnis yang dilakukan oleh pengusaha. Kali ini kunjungan dilakukan oleh Bea Cukai Gresik dan Bea Cukai Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra).

Bea Cukai Gresik melaksanakan kegiatan peninjauan lapangan di tiga tempat yaitu Desa Mengare, Dusun Tanjungrejo, dan Keacamatan Panceng.
Kegiatan yang menggandeng kepala desa setempat dan juga instansi terkait melakukan tinjauan lokasi dan diskusi mengenai kemampuan masyarakat memproduksi komoditi bandeng, terasi, produk udang, dan olahan bandeng.

Menindaklanjuti kunjungan tersebut, Bea Cukai Gresik kemudian melaksanakan rapat penjajakan UMKM Bandeng Ekspor Mandiri bersama Diskoperindag, Dinas Perikanan, Dinas Kominfo dan juga UMKM pada Selasa (18/5) membahas terkait ekspor ikan bandeng.

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto, mengatakan bandeng yang menjadi ciri khas dari Gresik ini, ternyata sudah banyak diproduksi masyarakat untuk penjualan lokal maupun ekspor melalui pihak ketiga.

“Perlu diketahui, sekitar 32.000 hektar tambak Bandeng berada di Gresik.
Kedepannya, Bea Cukai bersama instansi terkait akan terus memberikan asistensi dan juga pendampingan agar target bulan Juni 2021 dapat ekspor ke Hongkong,” kata Budy.

Sementara itu dari wilayah Bali tepatnya Kabupaten Badung, Kantor Wilayah Bea Cukai Bali Nusra melakukan kunjungan ke tujuh pabrik minuman mengandung etil alkohol (MMEA) tradisional di daerah Karangasem, Singaraja dan Denpasar. Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 27 April hingga 11 Mei 2021 ini bertujuan untuk mengetahui proses bisnis arak Bali dari proses produksi hingga distribusi yang terjadi di lapangan.

Selain mengunjungi pabrik, Bea Cukai Bali Nusra juga mengunjungi petani arak Bali mitra pabrik guna mengetahui kondisi produksi pasca pandemi. Diketahui terjadi peningkatan jumlah petani arak Bali pasca pandemi yang menyebabkan adanya peningkatan produksi arak bali tradisional di wilayah tersebut.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperat hubungan antara Bea Cukai dengan pabrik MMEA dan juga petani arak Bali mitra pabrik agar kedepannya proses bisnis yang dilakukan oleh pabrik ataupun petani dapat berjalan lancar sesuai dengan aturan yang berlaku.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button