Lakukan Asistensi, Bea Cukai Kawal Potensi Ekspor Dalam Negeri

JagatBisnis.com –  Melihat potensi ekspor berbagai produk di Indonesia, Bea Cukai kembali melakukan asistensi kepada eksportir dan para pelaku UMKM. Kali ini asistensi dilakukan Bea Cukai antara lain di Semarang, Medan, dan Ambon.

“Kami berperan aktif dalam mengasistensi industri, baik perusahaan berskala besar, UMKM maupun IKM terutama yang berorientasi ekspor. Industri tekstil, fesyen, dan hasil pertanian di Indonesia memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menembus pasar dunia. Berbagai fasilitas, kami harap mampu dimaksimalkan untuk mendukung UMKM dalam mengembangkan pasar guna menembus pasar ekspor,” ujar Tubagus Firman, Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai.

Di Ambon, Tim Dukung Ekspor Bea Cukai Ambon melakukan kunjungan untuk mengasistensi serta melihat kontinuitas ekspor damar ke salah satu perusahaan pemasok damar ke PT Parshu Indonesia di kecamatan Kairatu-Seram Bagian Barat, Kamis, (11/11).

“Masih perlu asistensi untuk lebih meminimalkan hambatan yang ada, dengan asistensi ini kami harap dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi, sehingga mampu memberikan solusi untuk mendukung kontinuitas ekspornya,” jelas Firman.

“Saya akan memprioritaskan pengiriman damar untuk ekspor dari Ambon, meskipun ada permintaan dari perusahaan lain. Setiap bulan saya yakin bisa menyediakan produk damar untuk diekspor, kami juga telah memberdayakan masyarakat sekitar, bahkan jika sedang banyak panen, bisa memberdayakan 70-80 persen masyarakat sekitar untuk sortir damar sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ungkap Pak Ceng, koordinator pelaku usaha damar.

Di Semarang, Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY menggelar Webinar Ekspor dan UMKM Fashion bersamaan dengan Grand Final Bea Cukai Fashion Week, Kamis, (11/11). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan para siswa SMA/SMK/sederajat yang turut memeriahkan pergelaran Bea Cukai Fashion Week secara daring.

“Ekonomi kreatif di bidang fesyen dipercaya mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia sekaligus mempertahankan eksistensi dan jati diri bangsa. Sumbangsih fesyen mencapai 20 persen total pasar industri ekonomi kreatif dan dapat menjadi peluang besar bagi bisnis ekonomi kreatif di level global, termasuk pada industri tekstil,” jelas Firman.

Sementara di Medan, Bea Cukai Belawan turut hadir dalam kunjungan kerja oleh Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia dalam tinjauan komoditi ekspor serta audiensi kepada pengusaha ekspor, (14/11). Kegiatan ini dilaksanakan di PT Tamora Stekindo yang berlokasi di Merek, Tanah Karo. PT Tamora Stekindo merupakan salah satu perusahaan ekspor yang bergerak di bidang komoditas bunga.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh Bupati Karo, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Tim Pelindo Multi Terminal, serta Tim Bea Cukai Kanwil Sumatera Utara ini, dilakukan diskusi untuk membahas tantangan yang dialami oleh PT. Tamora Stekindo dalam melakukan kegiatan ekspor.

“Kami harap asistensi ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat mengenai gambaran prosedur ekspor, dan mengatasi kendala ekspor para pelaku usaha,” pungkas Firman.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button