Kunjungan Perdana sebagai Direktur Jenderal, Askolani Tinjau Batam dan Jawa Tengah

JagatBisnis.com – Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani melakukan kunjungan kerja perdana ke Kantor Bea Cukai Batam dilanjutkan kunjungan ke Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY.

Pengarahan yang diberikan oleh Askolah di Batam, pada Kamis (18/03) lalu, bertepatan dengan launching Batam Logistic Ecosystem (BLE).

“Visi saya terhadap Bea Cukai masih sama (dengan sebelumnya), meningkatkan pelayanan lebih cepat dan lebih mudah, sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja yang telah diresmikan, terlebih lagi pada masa pandemi ini,” ujar Askolani.

Hal ini disampaikan Askolani menyusul telah diresmikannya Batam Logistic Ecosystem sebagai bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE), yang digagas untuk memperkuat perekonomian Nasional.

“BLE ini adalah kolaborasi dan sinergi antar kementerian dan instansi, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dengan seluruh reformasi yang telah dilakukan, sangat diharapkan Bea Cukai Batam bisa menjadi prime mover atau penggerak utama bagi yang lain untuk menjadi lebih baik,” tambah Askolani.

Dalam kesempatan tersebut, Askolani juga menyampaikan bahwa tugas Bea Cukai sangat penting dalam perekonomian. “Penerimaan kita memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kita juga berperan mendukung ekspor. Dengan peran tersebut, tentunya akan banyak tantangan. Tantangan yang dihadapi Bea Cukai Batam adalah sinergi dan koordinasi, yang merupakan kunci untuk bersama-sama memajukan institusi kita tercinta ini,” ujar Askolani.

Peninjauan langsung dilanjutkan Askolani ke Kanwil Jateng dan DIY, pada Kamis (25/3). Ia menyampaikan bahwa Bea Cukai memiliki peran strategis dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun 2021.

“Tantangan yang masih harus kita hadapi adalah mengatasi dampak pandemi Covid-19 khususnya di bidang kesehatan, karena ini adalah kuncinya. Kita tahu bahwa Bea Cukai memiliki kontribusi yang cukup signifikan untuk mendukung hal tesebut. Dengan kebijakan nasional kita memberikan fasilitas untuk kemudahan pengadaan alat-alat kesehatan, dan saat ini kita juga memberikan kemudahan untuk impor vaksin,” jelasnya.

Tugas dan fungsi Bea Cukai di bidang penerimaan juga menjadi sorotan Askolani. Ia mengingatkan bahwa Bea Cukai harus mengoptimalkan penerimaan negara. “Untuk bisa mengomptimalkan penerimaan negara ini kita harus bekerja secara professional dan full effort sebab kita menghadapi tantangan di masa pandemi ini. Kita melihat potensi penerimaan kita masih bisa meningkat, kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan cukup siginifikan dalam rangka mengoptimalkan sisi penerimaan kita,” lanjutnya.

Selain itu, Askolani juga mengingatkan peran Bea Cukai dalam bidang penegakan hukum. Menurutnya, penegakan hukum harus dilaksanakan secara optimal dan terukur, terus bersinergi dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) lainnya.

“Dengan koordinasi yang baik dengan APH itu bisa mengoptimalkan penegakan hukum daripada penegakan hukum yang kita lakukan sendiri,” pungkasnya. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button