Kualitas Kopi Terancam Imbas Perubahan Iklim

JagatBisnis.com – Tenyata perubahan iklim berpengaruh pada kualitas kopi, termasuk rasa dan aromanya. Karena tekanan air dan peningkatan suhu serta karbon dioksida. Begitulah hasil penelitian dari Friedman School of Nutrition Science and Policy di Tufts dan Montana State University.

“Efek buruk perubahan iklim sudah sangat nyata, manusia diminta memeranginya untuk kehidupan yang lebih baik di berbagai kondisi. Perubahan iklim juga berdampak pada tanaman. Sehingga menyebabkan gangguan ekonomi dan politik di banyak bagian dunia,” kata Sean Cash, seorang ekonom dan Profesor Bergstrom Foundation dalam Nutrisi Global di Sekolah Friedman dan penulis senior studi tersebut, yang diterbitkan dalam Frontiers in Plant Science, Sabtu (30/10/2021).

Cast mengatakan jika masyarakat dapat memahami ilmu dari perubahan iklim ini, maka dapat membantu petani dan pemangku kepentingan lainnya mengelola produksi kopi dengan lebih baik di masa depan. Karena secangkir kopi di bawah standar memiliki implikasi ekonomi serta sensorik.

“Sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopi berdampak besar pada minat pembeli, harga kopi, dan pada akhirnya mata pencaharian petani yang menanamnya,” ujar Cash.

Dia memaparkan, efek dari 10 faktor lingkungan umum dan kondisi manajemen yang terkait dengan perubahan iklim serta adaptasi iklim. Tren paling konsisten yang ditemukan tim peneliti adalah pertanian di dataran yang lebih tinggi menghasilkan rasa dan aroma kopi yang lebih baik.

“Apabila terlalu banyak paparan cahaya akan berpengaruh pada penurunan kualitas kopi. Sehingga kualitas kopi juga rentan terhadap perubahan iklim. Makanya, diperlukan upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Salah satunya, mengontrol paparan cahaya, pemilihan dan pemeliharaan tanaman kopi liar tahan iklim, dan pengendalian hama,” bebernya.

Diungkapkan, strategi ini memberikan harapan agar kualitas kopi dapat dipertahankan atau ditingkatkan dan pada akhirnya akan membantu petani,”
Karena dampak dari perubahan iklim juga berpotensi mengganggu budidaya tanaman lain yang sangat dibutuhkan manusia,” tutupnya. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button