Korban Bencana Longsor di NTT Bakal Dapat Rumah Risha

JagatBisnis.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mempersiapkan rancangan rumah yang akan diadakan untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) korban musibah longsor dan banjir bandang.

Merujuk instruksi Kepala negara Jokowi terkait relokasi, Pimpinan Satgas Penindakan Musibah Departemen PUPR Widiarto mengatakan, grupnya dan lembaga tengah mematangkan informasi kawasan tinggal masyarakat terdampak.

” Tadi, Ayah Menteri( PUPR) sudah perintahkan untuk membukukan rumah- rumah karena posisi di mari nampak wajib direlokasi seluruh,” ucap Widoarto diambil dari keterangan sah, Sabtu, 10 April 2021.

Juga, rumah yang akan diadakan untuk masyarakat terdampak itu berkonsep Rumah Praktis Simpel Segar( Risha). Sementara, dari bagian anggaran untuk penyediaan belum diinformasikan, walaupun sudah terdapat knockdown- nya.

” Rumah- rumah esok kita tolong dengan Risha, karena kita sudah terdapat knockdown Risha,” ucap Widiarto.

Tidak hanya itu, Widiarto menambahkan Departemen PUPR pula lalu melakukan penindakan paham gawat di Kabupaten Lembata dengan memobilisasi perlengkapan berat untuk menolong cara pemindahan, eliminasi puing- puing, dan membuka rute terdampak longsor.

Dengan cara biasa penindakan paham gawat musibah yang dilakukan Departemen PUPR dilakukan dengan pencatatan kerusakan, pemasangan tanda ancaman pada posisi longsor di badan jalur. Setelah itu, eliminasi lumpur badan jalur nasional di Pulau Lembata, dan sokongan alat infrastruktur dasar.

” Terdaftar perlengkapan berat yang sudah bekerja di posisi banjir bandang sebesar 15 bagian excavator, 15 bagian dump truck, 1 bagian grader, 1 bagian loader,” tutur Widiarto.

Setelah itu, pula disalurkan Mobil Tong Air 4 bagian dan Hidran Biasa 6 bagian untuk pelampiasan kebutuhan air bersih, pula bonus sebesar 5 bagian Mobil Tong Air dan 10 bagian Hidran Biasa saat ini dalam ekspedisi dari Gelinggang.

Begitu juga diketahui Kepala negara Jokowi telah merancang relokasi kawasan tinggal masyarakat yang terdampak banjir bandang. Banjir itu menyerang NTT pada Minggu dini hari, 4 April 2021.

Jokowi saat memeriksa posisi musibah di NTT sudah meminta Menteri Profesi Biasa dan Perumahan Orang Basuki Hadimuljono untuk merelokasi masyarakat dari tempat bermukim asalnya supaya lebih nyaman. Baginya, perihal ini sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTT dan kepala wilayah setempat yang sudah berdialog dengan masyarakat.

” Yang jelas departemen PU sedia untuk membuat rumahnya, paling awal,” ucap Jokowi di NTT, Jumat, 9 April 2021.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button