Komitmen Aruna untuk Kemakmuran Nelayan dan Sustainabilitas Perikanan

JagatBisnis.com – Memanfaatkan disrupsi digital, Aruna dengan visi “Laut untuk Semua” telah membangun aplikasi yang menjembatani para nelayan dengan pembeli, baik di dalam maupun di luar negeri. Terdapat dua aplikasi utama yang dikembangkan, yakni Aplikasi Pemasok untuk kelompok nelayan dalam menginput data saat melakukan transaksi dan Aplikasi Pembeli yang digunakan oleh perusahaan atau pelanggan B2B untuk mencari dan membeli ikan dari kelompok nelayan.

Platform yang dibuat Aruna ini membangun sistem yang transparan di seluruh proses perdagangan antara buyer dan seller. Sistem itu menampilkan informasi harga secara terbuka. Dengan data itu, nelayan memahami fluktuasi harga dan mendapatkan harga yang lebih adil. Para nelayan dapat langsung melihat nilai sebenarnya dari hasil tangkapan mereka.

“Selain ingin meningkatkan taraf hidup komunitas nelayan, Aruna juga berkomitmen mendorong praktik perdagangan ikan yang bertanggung jawab untuk keberlanjutan industri perikanan dalam jangka Panjang. Apalagi sejumlah negara, seperti AS semakin meminta praktik sustainabilitas dalam penangkapan ikan,” ungkap Utari Octavianty, Chief of Sustainability and Co-Founder Aruna (PT Aruna Jaya Nuswantara).

Sejauh ini, ikhtiar tersebut telah membuahkan hasil. Perlahan tapi pasti, kelompok nelayan menyambut Aruna. “Saat ini, Aruna telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 23 ribu nelayan yang tinggal di 75 desa pesisir di seluruh Indonesia,” Utari menambahkan.

Social impact-nya juga terasa. Teknologi serta pendampingan Aruna membuahkan hasil positif. Rata-rata penghasilan nelayan mitra naik dari Rp 2 juta per bulan menjadi Rp 15 juta per bulan. Saat ini sekitar 11.000 nelayan yang tersebar di Indonesia menjadi mitra Aruna.id.

Bukan hanya itu, Aruna juga membuka lapangan kerja tambahan di desa-desa pesisir. Para putra daerah yang kompeten di bidang teknologi direkrut oleh Aruna menjadi local heroes, yaitu tim khusus yang membantu digitalisasi data perikanan para nelayan dari Sabang hingga Merauke. “Sekalipun Aruna adalah perusahaan teknologi, bagi kami, teknologi itu bukan untuk menggantikan peran manusia, tapi untuk membantu agar SDM yang ada bisa berpikir lebih strategis. Untuk itulah kami menciptakan teknologi yang membantu para putra daerah agar dapat menjadi agen perubahan yang lebih efektif dan efisien di daerah masing-masing,” papar Utari.

Selain itu, Aruna juga konsisten mempekerjakan para istri nelayan untuk bekerja sebagai pengolah hasil tangkapan di desa mereka. Aruna mendampingi kelompok ibu-ibu untuk mengolah ikan agar mendapatkan nilai tambah. Setiap kampung nelayan yang terafiliasi dengan Aruna bisa meraup omzet Rp 300-700 juta per bulan.

 

Keterangan tersebut diungkapkan Utari dalam acara Indonesia Brand Forum (IBF) 2021, yang diselenggarakan pada 2-4 November 2021. Dalam acara ini, Utari juga menguraikan apa yang menjadi target Aruna dalam talkshow dengan topik “Supply-Chain Integration: Aggregating the Value”.

Aruna adalah salah satu Cool+Agile Brands yang diundang hadir dalam ajang Indonesia Brand Forum (IBF) 2021 yang berlangsung pada 2-4 November 2021. Dalam ajang ini, sejumlah brand lokal berbagi (sharing) seputar kinerja berikut kiat dan strategi bisnisnya masing-masing. Selain konferensi, pada IBF 2021 ini juga diluncurkan buku berjudul The Rise of Cool+Agile Brands. Dalam buku ini dikupas sekitar 30 brands yang mampu keluar dari jerat triple disruption. Merek-merek yang sukses melewati triple disruption ini disebut Cool+Agile Brands lantaran menawarkan model bisnis baru yang inovatif.(boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button