Koleksi Batik Karya Diaspora Entin Gartini Melenggang di Peragaan Busana di Kanada

JagatBisnis.com  –  Koleksi batik karya desainer Indonesia melenggang di peragaan busana di Kanada yang digelar Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Vancouver, Kanada, Sabtu (28/8). Sedikitnya 12 koleksi terpilih batik karya desainer Indonesia Entin Gartini, diaspora Indonesia dari Montreal, Kanada tampil dalam perhelatan ini.

Entin Gartini merupakan salah satu penyabet penghargaan “Best Fashion Designer 2021” dari Faces Magazine Ottawa dengan karya “Motif ombak” yang mengusung keindahan laut Indonesia. Peragaan Busana “Trunk Show” merupakan acara puncak dari rangkaian acara Indonesian Trade Show 2021 yang mengangkat tema “A Flavorful Journey to Indonesia, Discover Indonesian Diversity and Heritage”.

Acara ini dilaksanakan di kantor ITPC Vancouver pada 25—27 Agustus 2021 lalu. “Peragaan busana ini bertujuan untuk memperkenalkan serta membangun citra positif Indonesia dan produk Indonesia di pasar Kanada. Program promosi ini memanfaatkan momentum dibolehkannya pertemuan tanpa pembatasan jumlah peserta di Kanada sekaligus memperingati hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 tahun,” ujar Kepala ITPC Vancouver Robby Handoko.

Sejalan dengan tema ‘Indonesian Trade Show 2021’, ITPC dan KJRI Vancouver mengangkat produk batik, salah satu warisan budaya dan karya leluhur Indonesia yang sudah diakui dunia.

“Melalui batik, diharapkan dapat memudahkan upaya pengenalan sekaligus penerimaan konsumen dan masyarakat akreditasi terhadap Indonesia dan produk Indonesia,” jelas Robby.
Produk batik termasuk dalam kelompok tekstil dan produk tekstil (TPT) yang memiliki kinerja menjanjikan di Kanada. Pada periode Januari—Juni 2021, ekspor TPT Indonesia tercatat sebesar USD 2,50 juta, tumbuh 78,17 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat USD 1,40 juta.

Acara pagelaran busana terbagi menjadi dua sesi untuk menerapkan pembatasan jarak sosial (social distancing) sesuai protokol Covid-19 dan peraturan yang berlaku di Provinsi British Columbia, Kanada. Peserta yang hadir merupakan masyarakat dan tamu undangan dari Provinsi British Columbia dan sekitarnya. Setiap akhir sesi dilakukan penjualan langsung koleksi baju Entin Gartini kepada peserta pagelaran.

Total hasil penjualan pada peragaan ini mencapai CAD 1,500 atau setara dengan Rp16,5 juta. Selain melakukan transaksi dan pemesanan saat acara berlangsung, KJRI dan ITPC Vancouver juga mendorong kerja sama promosi dan pemasaran antara desainer Entin Gartini dengan para diaspora yang ada di Vancouver.

“Program promosi ini merupakan sarana bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia agar dapat berkarya di luar negeri. Dengan antusiasme dari penikmat fesyen Kanada yang cukup tinggi, kita optimis dapat menggelar acara serupa agar dapat terus berkarya memperkenalkan keanekaragaman batik nusantara,” kata Robby.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Vancouver Hendra Halim menambahkan, produk batik dikenal sebagai bagian dari produk ekonomi kreatif yang banyak didominasi oleh perajin kecil. desainer Entin Gartini menciptakan desain batik yang ditulis oleh perajin dari kawasan Bantul, Yogyakarta dan dijahit industri rumah tangga di sekitar Jakarta.

“Melalui kegiatan ini, ITPC dan KJRI Vancouver berharap dapat membantu perajin kecil dan industri rumah tangga dalam pengembangan usaha mereka, terlebih pada masa pandemi covid-19. Sekaligus dapat meningkatkan permintaan pasar ekspor, khususnya produk tekstil dan fesyen Indonesia ke Kanada,” ucap Halim.

Halim mengungkapkan, Indonesia menempati peringkat ke-7 sebagai negara pemasok produk tekstil di pasar Kanada setelah Korea Selatan, Tiongkok, Amerika Serikat, Pakistan, India, dan Jepang. Posisi ini harus dipertahankan, salah satunya dengan diversifikasi jenis produk ekspor. Misalnya untuk produk batik, selain dapat digunakan dalam acara resmi, batik dari katun dapat
digunakan sebagai pakaian sehari-hari, khususnya pada musim panas sebagaimana pakaian pantai. Jadi hanya perlu menyesuaikan motif dan corak sehingga batik dapat cocok digunakan saat musim panas.

“Ke depan, KJRI dan ITPC Vancouver akan kembali memfasilitasi kegiatan promosi yang penyelenggaraan dilakukan secara tematik untuk mengembangkan produk ekspor lainnya. Misalnya, saat ini produk busana karya Entin Gartini yang sekarang fokus pada penggunaan bahan batik, akan didorong menggunakan bahan baku lainnya, seperti tenun sehingga produk ekspor Indonesia akan semakin bervariatif dan luas,” pungkas Hendra.(hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button