Kentang Bioteknologi Siap Dikomersilkan di Indonesia

JagatBisnis.com – Kehadiran produk Rekayasa Genetika (PRG/bioteknologi) hingga kini mulai dimanfaatkan dengan baik oleh sektor pertanian di Indonesia. Terbukti, sebentar lagi Indonesia akan memiliki produk bioteknologi lain milik anak bangsa yang akan segera dikomersialisasi selain tebu tahan kekeringan milik PTPN XI. Kentang bioteknologi hasil BB Biogen juga siap dikomersilkan.

Demikianlah disampaikan Bambang Purwantara, Direktur Biotechnology Information Centre (IndoBIC) saat webinar bertema “Manfaat Adopsi Tanaman Biotek bagi Petani”, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (22/8/2021).

“Kentang bioteknologi yang dikembangkan oleh Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik (BB Biogen) Pertanian telah mendapatkan sertifikat aman pangan di tahun 2016, aman lingkungan di tahun 2018 dan telah diajukan untuk siap komersialisasi di tahun 2021,” kata Bambang.

Menurut dia, banyak perkembangan yang sudah terlihat dan menjanjikan di bidang bioteknologi. Sehingga membuat petani sudah sangat berharap agar bioteknologi bisa segera diterapkan di Indonesia. Karena pada umumnya masyarakat Indonesia setuju dengan pengembangan tanaman bioteknologi ini.

“Pendapat positif ini juga terkait dengan tingkat kepercayaan mereka terhadap kemampuan dan kapasitas pemwerintah dalam menangani masalah keamanan tanaman biotek. Mereka juga sepakat, produk biotek halal mengacu pada fatwa MUI,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini pertanian Indonesia terus mengembangkan tanaman produk bioteknologi. Karena teknologi pangan tersebut bersifat positif dan bisa membawa kemajuan bagi dunia pertanian Indonesia. Tidak hanya itu, bioteknologi juga bisa melepaskan ketergantungan Indonesia dari impor bahan pangan.

“Kini sudah ada 2 regulasi penting yang baru saja disetujui, yaitu Permentan No. 50 tahun 2020 terkait pengawasan dan pengendalian varietas tanaman PRG pertanian yang beredar di wilayah Indonesia dan Keputusan Kepala Badan Litbangtan No. 337 tahun 2021 mengenai panduan pengujian dan penilaian varietas tanaman PRG dalam rangka pelepasan varietas tanaman pangan,” bebernya.

Ditambahkan, International Service for the Acquisition of Agri- biotech Applications (ISAAA) hingga saat ini sudah mengadopsi tanaman biotek di dunia luasnya mencapai 190,4 juta hektar. Berbagai tanaman bioteknologi ditanam di 29 negara. Sehingga dapat meningkatkan kehidupan 17 juta keluarga petani bioteknologi di seluruh dunia pada tahun 2019. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button