Kemenperin dan BNPB Bakal Bangun Lab Pengujian Masker

JagatBisnis.com –  Distribusi alat material kesehatan (almatkes) masih menjadi prioritas utama Pemerintah terutama dalam memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19 di seluruh wilayah di Indonesia. Dari data yang dilansir Satuan Tugas Penanganan Covid-19, hingga 7 Februari 2021, tercatat distribusi Almatkes berupa masker bedah sebanyak 25 juta buah, masker N95 lebih dari 8 juta buah, dan masker kain mencapai 23 juta buah.

“Di balik krisis akibat pandemi Covid-19, memunculkan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh sektor industri di dalam negeri. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan almatkes, seperti masker,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, melalui keterangannya, Jumat (19/3/2021).

Berdasarkan data dashboard monitoring alkes (DMA), kebutuhan masker N95 sepanjang tahun 2021 diproyeksi akan mencapai 11 juta buah, sedangkan kapasitas produksi masker N95 dalam negeri diperkirakan sebanyak 3 juta buah per tahun.

Sementara itu, untuk masker medis justru akan mengalami surplus, dengan kapasitas produksi masker medis mencapai 3 miliar buah, sedangkan kebutuhannya sekitar 176 juta buah.

“Maka diperlukan langkah-langkah percepatan produksi masker N95 untuk memenuhi kebutuhan nasional serta optimalisasi penyerapan produk masker medis dalam negeri baik dalam bentuk penyerapan domestik maupun ekspor,” papar Menperin.

Namun demikian, salah satu kendala dalam peningkatan produksi masker yang memenuhi persyaratan standar adalah keterbatasan fasilitas laboratorium pengujian masker yang lengkap dan mudah dijangkau oleh pelaku industri nasional.

Untuk itu, BBT Bandung selaku satuan kerja di bawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin melakukan kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam membangun fasilitas laboratorium pengujian masker N95.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada BNPB yang telah mengalokasikan anggaran DIPA tahun 2020 dalam bentuk bantuan pengadaan peralatan Laboratorium Pengujian Masker N95 untuk BBT Bandung,” tutur Menteri AGK.

Laboratorium Pengujian Masker N95 di BBT Bandung telah mampu melakukan pengujian masker sesuai dengan persyaratan standar mutu N95 yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Parameter uji yang dapat dilakukan, antara lain Bacteria Filtration Efficiency (BFE), Particle Filtration Efficiency (PFE), Breathing Resistance, Synthetic Blood Penetration Tester, Differential Pressure Test, dan uji Flammability.

Di samping itu, Lembaga Sertifikasi Produk TEXPA BBT Bandung juga ditunjuk oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai salah satu lembaga sertifikasi produk yang berwenang menerbitkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI masker kain.

“Dengan adanya fasilitas laboratorium pengujian masker N95 serta didukung oleh Lembaga Sertifikasi Produk TEXPA BBT diharapkan dapat membantu industri TPT untuk memastikan dan menjamin produk masker yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan standar,” ungkap Agus.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button