Kemenkes: Varian Turunan Delta di Indonesia Serupa di Singapura

JagatBisnis.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut turunan dari mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta yang paling banyak diidentifikasi di Indonesia adalah AY.23. Varian itu diketahui mendominasi kasus varian Delta di Singapura saat ini.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menjelaskan varian Delta telah bermutasi dan menghasilkan turunan baru hingga 45-60 varian. Sebanyak 22 di antaranya sudah teridentifikasi di Indonesia.

“Kebetulan varian Delta turunan yang banyak beredar di Indonesia itu mirip yang ada di Singapura, yaitu AY.23. Artinya kalau kita melihat varian Delta yang kemarin seperti di Juli itu lebih cepat menular, meningkatkan keparahan dan tingkat kematian,” kata Nadia seperti dikutip dari acara daring melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (16/11/2021).

Dia memastikan, hingga saat ini Indonesia belum mengidentifikasi varian AY.4.2 yang juga dikenal sebagai varian Delta Plus. Varian AY.4.2 banyak ditemukan di Inggris yang diduga memiliki kecepatan penularan 15 kali lipat dari varian terdahulu.

“Segala temuan varian didapatkan dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Adapun hingga 13 November, Indonesia sudah melakukan pemeriksaan WGS terhadap 8.578 spesimen warga.
Kalau sampai saat ini varian AY.4.2 ini belum ditemukan di Indonesia, tapi bukan berarti kita harus kemudian tenang. Kita tetap harus waspada,” imbuhnya.

Namun, kata dia, tak menutup kemungkinan varian AY.4.2 dapat bermutasi dalam negeri. Artinya, varian AY.4.2 dapat teridentifikasi di Indonesia melalui penularan lokal atau tanpa transmisi dari luar negeri. Sehingga, serangan varian Delta berpeluang memicu gelombang tiga Covid-19 di Indonesia.

“Bahkan, varian ini juga mampu menurunkan efikasi alias kemanjuran dari vaksin. Terkait, efikasi vaksin, memang ada beberapa penelitian yang mengatakan ada penurunan. Tapi penurunan itu masih cukup untuk kemudian memberikan proteksi kepada tentunya kita yang mendapat vaksinasi,” tutup Nadia. (*/eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button