Kebijakan Penangkapan Terukur untuk Bitung Sentra Perikanan Dunia

JagatBisnis.com –   Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana menerapkan kebijakan penangkapan terukur kepada pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kebijakan penangkapan terukur diharapkan mampu menjadi solusi menggeliatnya industri perikanan di dalam negeri, khususnya di Kota Bitung. Terlebih Bitung memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dimana sebagian besar usaha di dalamnya bergerak di bidang perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, penerapan kebijakan penangkapan terukur akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, baik sebagai nelayan, pekerja industri perikanan, maupun anak buah kapal (ABK). Selain itu, juga bertujuan untuk mengurai persoalan minimnya tangkapan nelayan lokal.

“Sebab ke depan, nelayan lokal memiliki keleluasaan dalam memanfaatkan sumber daya perikanan yang ada di wilayahnya. Makanya, hal itu harus diatur sehingga nelayan hanya boleh menangkap di wilayahnya saja. Nanti, akan kami verifikasi melalui kartu identitas,” kata Trenggono saat mengunjungi Kota Bitung, Sulut, Selasq (5/10/2021), seperti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Menurutnya, untuk mendukung kebijakan penangkapan terukur ini, pihaknya akan memperkuat pengawasan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Kemudian, menyiapkan sumber daya manusia unggul melalui satuan pendidikan di bawah naungan Balai Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP.

“Jadi nanti satuan pendidikan yang ada, betul-betul menyatu dengan industri. Karena yang dibutuhkan industri, bukan hanya mengolah atau pengolahan, tapi juga soal budidaya. Maka satuan pendidikan itu akan diarahkan ke sana,” ungkapnya.

Dia menambahkan, komoditas perikanan yang mendominasi di Bitung adalah tuna dan cakalang. Keduanya merupakan produk perikanan bernilai ekonomi tinggi, baik di pasar lokal maupun dunia. Selain itu, Bitung juga memiliki pelabuhan perikanan tipe A yang bisa mendaratkan ikan dalam jumlah besar yakni Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung.

“Lokasinya juga tidak begitu jauh dari Bandara Internasional Sam Ratulangi yang menjadi gerbang transportasi pengiriman produk perikanan melalui udara,” pungkasnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button