Kalbe Peringati Hari Lupus Sedunia #Bersamaodapus #Makelupusvisible

JagatBisnis.com – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) hari ini melalui Kalbe Ethical Customer Care (KECC) berkolaborasi dengan Sahabat Cempluk memperingati Hari Lupus Sedunia dengan menyelenggarakan edukasi kesehatan melalui daring. Sekitar 300 peserta dari komunitas, pasien, masyarakat hadir mengikuti rangkaian kegiatan diantaranya virtual walk for lupus dan talkshow edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang lupus, memberikan dukungan kepada Odapus (Orang dengan Lupus) dan Odamun (Orang dengan Autoimun) dan juga menggaungkan #BERSAMAODAPUS #MAKELUPUSVISIBLE.

Narasumber dalam edukasi kesehatan ini diantaranya Dian Syarif – Founder Yayasan Syamsi Dhuha Foundation, Tiara Savitri – Founder Yayasan Lupus Indonesia, Ian Sofyan – Founder Sahabat Cempluk dan dr. Sumadiono, Sp.A (K) – Ketua IDAI Cabang DIY. Peringatan Hari Lupus Sedunia ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat Indonesia agar lebih peduli lagi terhadap kesehatan dan menjadi ajang silaturahmi pemerhati lupus dan komunitas-komunitas pendamping Odapus (Orang dengan Lupus).

Agnes Wiraraharja, Head of Kalbe Ethical Customer Care (KECC), PT Kalbe Farma Tbk. Mengatakan, Kalbe akan terus mewujudkan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat, dimana salah satunya terhadap kesehatan pada orang dengan lupus.

“Kami terus memberi semangat agar para odapus tetap sehat dengan gizi yang tepat dan tangguh dalam menjalankan aktivitasnya khususnya di tengah pandemi COVID-19. Peringatan Hari Lupus Sedunia ini dilaksanakan untuk mengajak semua pihak terutama para pasien, keluarga pasien dan masyarakat umum dengan memberikan dukungan kepada Odapus dan Odamun,” kata Agnes.

dr. Sumadiono, Sp.A (K), Ketua IDAI Cabang DIY mengatakan, penyakit lupus dan autoimun termasuk penyakit kronis saat ini di Indonesia karena jumlah yang terus meningkat. Penyandang lupus 90% di Indonesia adalah perempuan di usia produktif berusia 15-45 tahun dan 10% di derita oleh laki-laki dan anak-anak.

“Lupus sering dikenal sebagai penyakit “Seribu Wajah” karena penyakit ini sulit untuk didiagnosis dan kemampuan diagnosis pun belum merata. Disamping itu, pelayanan dan fasilitas obat-obatan juga masih belum merata atau bahkan tidak tersedia serta kebijakan layanan di setiap daerah pun masih berbeda-beda,” kata dr. Sumadiono.

“Tahun ini, kami ingin membawa konsep baru dalam perayaan Hari Lupus Sedunia yang lebih besar dengan menggandeng berbagai entitas guna menghadirkan kolaborasi positif dalam merayakan Hari Lupus Sedunia. Selain karena kami ingin memberikan dukungan yang lebih besar kepada para pasien Odapus dan Odamunkami juga ingin lebih banyak pihak memiliki awareness dan kepedulian terhadap penyakit autoimun, khususnya lupus,” ujar Ian Sofyan sebagai Founder Sahabat Cempluk.

“Sampai saat ini, kami berkolaborasi secara sinergis dengan berbagai pihak, mulai dari Kalbe, Sardjito Lupus Centre, IDAI Chapter Yogyakarta, hingga lebih dari 50 komunitas autoimun/lupus ataupun non autoimun/lupus,” lanjut Ian.

Sementara Dian Syarif, Founder Yayasan Syamsi Dhuha Foundation mengatakan, Yayasan Syamsi Dhuha Foundation yang berdiri tahun 2003 adalah wadah membantu Odapus dan Odamun untuk mendapatkan obat dengan harga terjangkau.

“Aktivitas yang dilakukan juga termasuk pendampingan bagi pasien dan keluarga, edukasi dan sosialisasi, advokasi dan penelitian melalui program “Care for Lupus” & Low Vision Center,” kata Dian Syarif.

Sedangkan Tiara Savitri selaku Founder Yayasan Lupus Indonesia mengtakan, Yayasan Lupus Indonesia (YLI) merupakan wadah untuk komunitas Odapus dan untuk saling berbagi informasi baik secara teori dan sosialisasi sehingga para pasien lupus mengetahui apa saja kriteria dan cara yang dilakukan terhadap penyakit lupus agar kualitas hidup meningkat.

“Tidak hanya sosialisasi ke pasien Odapus dan Odamun, YLI juga mengajak dokter-dokter spesialis, keluarga pasien untuk melakukan edukasi peduli lupus,” tambah Tiara.

Komunitas Sahabat Cempluk merupakan suatu komunitas yang bergerak dengan sangat konsisten dengan berbagai cara kreatif untuk mendukung para pasien Odapus dan Odamun, mulai dari kegiatan-kegiatan edukasi untuk pasien dan non-pasien hingga kegiatan pendampingan dan fundraising.

Walaupun memiliki basis di Yogyakarta, komunitas ini sebagian besar anggotanya berasal dari luar kota, 3 pengurus inti beserta founder dan 50 volunteer yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Setiap tahunnya, Hari Lupus Sedunia diperingati sebagai bulan peduli Lupus oleh komunitas Lupus di seluruh dunia yang jatuh pada tanggal 10 Mei.

Momen ini lebih dari sekedar peringatan karena merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian mengenai kepedulian masyarakat terhadap penyakit lupus dan autoimun secara umum guna menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan inklusif bagi para Odapus (Orang dengan Lupus) dan Odamun (Orang dengan Autoimun).(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button