Kakak Sebut Meghan Markle Dibutakan Uang dan Popularitas

JagatBisnis.com – Thomas Markle, Jr. percaya bahwa pernikahan adiknya, Meghan Markle dan Pangeran Harry tak akan bertahan lama. Hal itu ia ungkapkan dalam musim terbaru acara Big Brother VIP di Australia. Dalam acara tersebut, ia buka suara soal hubungannya dengan sang adik yang kini tak lagi dalam keadaan baik.

Menurutnya, ia dan Meghan sudah tak pernah bertemu sejak pemakaman nenek mereka pada tahun 2011 lalu. Thomas mengklaim, kala itu Meghan langsung pergi dan bertolak ke Kanada. Meski begitu, ia mengaku mereka berdua dekat sebelumnya. Namun, uang telah mengubah Meghan menjadi orang yang tak lagi ia kenal.

“Dulu kita dekat. Uang mengubahnya. Uang dan popularitas sangat menguasai pikirannya. Aku rasa ketika kamu diperkenalkan ke 1 persen masyarakat, itu kemungkinan besar alasan hal tersebut terjadi padanya. Dia tak punya apa-apa sebelumnya,” jelas Thomas Markle, dikutip dari laman Ace Showbiz, Rabu, 3 November 2021.

Dia juga mengatakan bahwa dia tak tahu menahu bagaimana Meghan Markle bisa menikah dengan seorang pangeran. Ia juga mengaku tak yakin pernikahan Meghan dan Pangeran Harry akan bertahan lama. Apalagi Meghan berperilaku sangat buruk pada mantan suaminya, Trevor Engelson, yang ia nikahi 2011 hingga 2013.

“Pria yang ia nikahi pertama kali, Trevor. Pernahkah kamu melihat film Saw? Pria ini bekerja di perusahaan produksinya. Pria itu mengurusnya. Dia (Meghan) sangat dikagumi olehnya,” ucap Thomas.

“Dan dia pergi meninggalkannya secepat itu. Setelah menikah, dia (Meghan) mengirimkan cincin nikahnya via pos. Itu sangat dingin sekali kan?” tambahnya.

Dia juga mengatakan bahwa Pangeran Harry akan menjadi korban Meghan Markle selanjutnya.

“Harry selanjutnya. Harry akan jadi korban selanjutnya. Satu-satunya perbedaan antara sekarang dan dulu, sebelumnya dia (Harry) tersenyum di semua foto mereka, sekarang tidak,” kata Thomas Markle. (pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button