Juara SIC Beri Solusi Learning Loss PJJ

JagatBisnis.com – Website Study Tools karya siswa SMKN 1 Geger Madiun terpilih sebagai pemenang terbaik Samsung Innovation Campus (SIC) 2021. Study Tools menghadirkan solusi pembelajaran praktikum melalui simulasi praktik dengan metode drag and drop secara luring, yang mampu menjembatani learning loss akibat hilangnya proses belajar mendalam selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tim SMK terdiri dari Muhammad Hafiz Falah, Rahmanda Dwi Pandega, dan Dayinta Ayu Faj’rin. Ketiganya mendapatkan pelatihan coding, web programming, sekaligus full-stack development bootcamp.

Risman Adnan M, CTO Samsung R&D Institute Indonesia mengatakan, program SIC ini sejalan dengan misi revitalisasi SMK dari Kemendikbud Ristek untuk menciptakan lulusan berkualitas. Sehingga dapat menjawab kebutuhan kerja yang semakin meningkat seiring dengan akselerasi interaksi digital pada era industri 4.0. Oleh karena itu, pihaknya terus berkontribusi pada pertumbuhan digitalisasi, maka SIC memantapkan perannya dalam menghadirkan generasi muda siap kerja melalui pembekalan dasar keahlian digital agar siswa mampu bereksplorasi secara praktikal.

“Selain membekali para siswa dan guru, program SIC juga mendorong pola pikir para peserta dalam merespon permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitarnya dengan project atau produk solusi digital. Karena selama pandemic, siswa Indonesia kehilangan masa pembelajaran dan penurunan skor Programme for International Student Assessment (PISA) sebanyak 25 poin selama pandemic. Kondisi tersebut tidak dapat disepelekan dan membutuhkan solusi yang aplikatif untuk mengatasinya, salah satunya bagi pelajar SMK yang membutuhkan kemampuan praktik selama proses pembelajaran,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, sebagai alat pembelajaran jarak jauh berbasis web, Study Tools memudahkan guru serta siswa dalam memahami pelajaran walau tidak bertatap muka dengan fitur yang lengkap mulai dari jurusan SMK hingga detail praktikum. Sehingga mampu mendorong para pengguna mengubah cara berpikir menjadi lebih logis, kritis dan inovatif. Lebih dari itu, Study Tools menghadirkan pembelajaran praktikum secara praktis dengan simulasi praktik dimana materi yang telah dibuat dapat diuji coba kembali sehingga turut mempermudah pembelajaran.

Sementara itu, UI/UX Designer Study Tools Rahmanda Dwi Pandega, menjelaskan, dirinya melakukan riset mendalam sebelum mengimplementasikan dalam sebuah project. Hasil yang ditemukan dalam wawancara dengan beberapa pelajar SMK, yakni adanya tantangan PJJ. Di mana para siswa tidak bisa melakukan pembelajaran praktik di sekolah dan menyebabkan terjadinya learning loss atau mengakibatkan ketinggalan dan kehilangan proses belajar mendalam layaknya sekolah offline. Karena itu, dia tergerak untuk menghadirkan Study Tools sebagai solusi atas kurangnya kesempatan praktikum serta keterbatasan biaya untuk pengadaan alat dan bahan praktik yang dialami siswa selama PJJ.

Dayinta Ayu Faj’rin, Data Analyst Study Tools mengungkapkan, tantangan yang dihadapi, pertama kali mengenal UI/UX serta coding, dia perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk mendalami UI/UX maupun coding secara mandiri untuk memperkaya materi yang sudah didapatkan dari SIC. Kendala seperti trial and error, pemilihan tema warna pada desain UI/UX hingga menyeimbangkan waktu sekolah dengan pengembangan project juga menjadi bagian dari pengalaman kami. Namun, dari setiap kendala yang berhasil diselesaikan.
“Selain mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru terkait praktik coding, kami juga menumbuhkan soft skill baru berupa rasa keingintahuan, keberanian untuk memulai hal baru, keyakinan, fokus yang tinggi, rasa pantang menyerah hingga tekad yang kuat. Bagi kami, keterampilan tersebut juga dapat menjadi bekal yang kuat bagi setiap generasi muda Indonesia memulai langkah untuk berkarya bersama dan tumbuh menjadi talenta muda masa depan,” ungkapnya.
Pembimbing tim Study Tools, Mochammad Rochim, menegaskan, program SIC telah mengubah cara berpikir siswa terhadap pembelajaran Science, Technology, Engineering and Math (STEM). Karena SIC memberikan pembelajaran dengan lebih sistematis, logis, kritis, dan inovatif sehingga memicu ketertarikan siswa pada hal-hal baru terutama dalam bidang yang terkait dengan coding dan programming.
“Hal ini sejalan dengan nilai Excellence dan Winning Spirit yang ditanamkan SMKN 1 Geger Madiun dalam membina dan mengembangkan potensi siswa,” imbuhnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button