Jokowi Diminta Tegur Pejabat yang Gunakan Booster Vaksin

JagatBisnis.com –  Presiden Joko Widodo ataupun Jokowi dimohon menyapa sejumlah administratur negeri yang berterus terang sudah disuntik vaksin takaran ketiga ataupun booster. Administratur yang sudah bisa booster ditaksir tak mempertimbangkan orang.

Permohonan demikian disampaikan Pimpinan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Bagi ia, orang saat ini masih kesusahan untuk mendapatkan vaksinasi takaran 1 dan takaran 2.

Berita Terkait

Tetapi, malah administratur yang sudah mendapatkan vaksin ketiga. Padahal, booster itu diprioritaskan untuk daya kesehatan.

” Mestinya kita malu mendapatkan yang ketiga sementara masih banyak orang Indonesia di sebagian tempat belum bisa vaksin awal. Pak Jokowi butuh menerangkan ketentuan dengan jelas,” tutur Mardani diambil pada Jumat, 27 Agustus 2021.

Ia mengatakan, Kepala negara Jokowi wajib memberikan peringatan pada sejumlah administratur yang berterus terang telah menggunakan vaksin booster. Karena, jika bungkam, dikhawatirkan akan timbul gejala kalau Jokowi tidak hirau terkait integritas ataupun integritas penguasa dalam penindakan endemi.

” Jika butuh diberi peringatan. Jangan hingga mencuat asumsi diamnya Pak Jokowi jadi gejala ketidaktahuan, ketidakpedulian hal berartinya integritas ataupun integritas penguasa dalam usaha pengaturan endemi,” ucapnya.

Sebelumnya, obrolan sejumlah administratur negeri berterus terang telah mendapatkan vaksinasi takaran ketiga ataupun booster bocor dan hingga ke ranah khalayak. Pengakuan administratur ini terbongkar saat mereka rumpi dengan Kepala negara Jokowi saat melakukan kunjungan ke Kalimantan Timur( Kaltim). Sebagian administratur itu semacam Komandan Tentara Nasional Indonesia(TNI) Jenderal Tentara Nasional Indonesia(TNI) Moeldoko sampai Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Para administratur itu berterus terang sudah mendapatkan vaksin booster. Padahal, berdasarkan Pesan Brosur Departemen Kesehatan Nomor HK. 02. 01 atau 1919 atau 2021, booster cuma diserahkan pada daya kesehatan dan kelompok warga rentan yang lain.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button