Isu Kudeta Demokrat Awalnya untuk Elektabilitas

JagatBisnis.com – Rumor kudeta di badan Partai Demokrat awalnya cuma dijadikan momentum untuk meningkatkan elektabilitas. Tetapi, tahap itu ditaksir gagal dan jadi blunder.

” SBY telah menata grand design strategi untuk menutupi tujuan utama yang tersembunyi terkait bentrokan dalam Demokrat, yang awalnya untuk meningkatkan elektabilitas, saat ini berganti untuk memertahankan Demokrat AHY supaya mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham (Departemen Hukum dan Hak Asas Orang),” tutur pengamat politik dan aktivis alat, Ninoy Karundeng di Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Grand design strategi dini, lanjut ia, merupakan usaha menghembuskan isu- isu kudeta dan keikutsertaan Kastel.

” AHY mengirimkan pesan ke Kepala negara Jokowi. Tujuannya untuk menarik atensi, alihkan rumor sebenarnya ialah SBY dan AHY menjadikan Partai Demokrat sebagai kepunyaan individu. Karena sejatinya SBY dan AHY sudah sejak bulan April 2020 ketahui kalau kepemimpinan AHY kilat ataupun lelet akan jadi bom durasi yang meledak dan melumat Cikeas,” jelas Ninoy.

Kala SBY mengaitkan Moeldoko dan Kepala negara Jokowi dalam bentrokan dalam Demokrat malah mendesak para kandidat melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). SBY tersengat dan terkejut terkait penerapan KLB yang bebas dari atensi.

Teranyar, strategi SBY itu dijalani dengan menggunakan semua kemampuan komunikasi alat dan alat sosial.

” Yang dilakukan oleh Benny K Harman merupakan bagian dari strategi komunikasi medsos SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk menghasilkan pandangan seakan Polri turut ikut serta dalam bentrokan dalam Demokrat,” tutur Ninoy.

Sebelumnya, lanjut Ninoy, SBY membuat statment yang malah melaporkan, Kepala negara Jokowi, BIN, Kapolri, Kemenkumham, Menko Polhukam, tidak ikut serta dalam bentrokan Demokrat. Tetapi di pihak lain, Benny K Harman membuat hoaks yang bertujuan untuk membuat pandangan Polri tampaknya ikut serta. Ini strategi komunikasi yang amat tertata versi SBY.

” Cara- cara adu biri- biri melanda Kemenkumham, termasuk hoaks keikutsertaan Polri yang dicuitkan oleh Benny K Harman, dan keikutsertaan Kastel, memiliki tujuan untuk mempengaruhi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Dengan cara itu SBY berambisi Yasonna terhimpit dengan cara intelektual, melalui pandangan khalayak yang tersadar, hingga Yasonna akan membuktikan diri adil dengan cara menolak Demokrat Moeldoko. Grand strategi yang mudah dimengerti,” demikian Ninoy Karundeng. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button