Inilah Upaya Pemerintah Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

JagatBisnis.com –   Gelombang ketiga Covid-19 tidak ada yang mengetahui kapan datangnya. Namun, bila melihat data di Indonesia kenaikan kasus Covid-19 terjadi usai libur panjang, termasuk libur Natal dan Tahun Baru. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat terus waspada meskipun kasus Corona di Indonesia mulai terkendali.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, mengatakan, untuk mencegah kenaikan kasus usai libur Maulid Nabi dan libur panjang Natal dan Tahun Baru sederet upaya sedang dan akan pemerintah lakukan.

“Antisipasi lonjakan kasus setelah acara keagamaan atau liburan wajib dilakukan karena mobilitas syarkaat meningkat tajam dan pergerakan masyarakat yang signifikan tidak terelakkan,” kata Reisa dalam konferensi pers Rabu, di Jakarta, (13/10/2021).

Dia menjelaskan, berikut ini antisipasi yang tengah pemerintah lakukan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Pertama, memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat. Kedua, meningkatkan laju vaksinasi lansia terutama di wilayah aglomerasi dan pusat ekonomi.

“Jika terjadi gelombang berikutnya yang tentu tidak kita harapkan, maka angka kematian dan perawatan di rumah sakit bisa ditekan,” tegas Reisa.

Ketiga, lanjut Reisa, mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 pada anak. Sehingga, diharapkan pada saat libur Natal dan Tahun Baru imunitas anak dari vaksin Covid-19 sudah terbentuk. Keempat, mengantisipasi moblitas pelaku perjalanan internasional yang berwisata ke Bali.

“Lalu, kelima, mendorong pemerintah daerah betul-betul serius dalam mengawasi kegiatan masyarakat. Serta terus mengedukasi masyarakat tentang uraian protokol kesehatan. Dan terakhir, mendorong agar masyarakat tetap taat protokol kesehatan,” imbuh Reisa.

Secara terpisah, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menegaskan, dengan proaktif menemukan kasus bisa sebagai upaya menemukan adanya varian baru. Hal ini juga mencegah terjadinya gelombang ketiga di Indonesia. Kunci pencegahan adanya varian baru di Indonesia dengan penguatan testing dan tracing di pintu masuk negara.

“Kami terus meningkatkan jumlah dan kapasitas laboratorium yang melakukan pemeriksan whole genome sequencing dan sero surveilans secara rutin dengan sampel dari kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” tutup Nadia. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button