Inilah Alasan Persoalan Palestina Tak Kunjung Usai

jagatBisnis.com — Konflik Palestina dan Israel adalah salah satu konflik yang paling abadi dan paling tragis di dunia. Untuk menceritakan kondisi negara Palestina saat ini, Adara Relief Indonesia kembali menghadirkan tokoh pemuda Palestina, Husamuddin Mahmud, dalam acara bertema “Solidarity for Peace” yang digelar secara virtual, Minggu (29/11/2020).

Pada kesempatan itu, Husammuddin Mahmud menjelaskan beberapa alasan mengapa persoalan Palestina hingga kini belum selesai dan harus terus dikampanyekan. Pertama, bergabungnya Israel menjadi anggota PBB pada tahun 1949, memberikan syarat pada Israel untuk mematuhi resolusi 181 dan resolusi 194. Dimana, dibolehkan imigram Palestina kembali ke negaranya. Tetapi Israel tidak pernah mematuhi kedua resolusi tersebut. 

Berita Terkait

“Padahal penerimaan Israel sebagai anggota PPB, diantaranya harus memenuhi syarat dua resolusi tersebut,” tegasnya.

Kedua, lanjut dia, ada beberapa negara yang menjalin hubungan normalisasi dengan Israel. Tapi bagi bangsa Palestina, normalisasi itu merupakan pengkhianatan dan kejahatan. Bahkan, Israel juga telah melakukan kejahatan moral, yaitu menumpahkan darah-darah anak Palestina yang mempertahankan tanah dan masjid.

“Selain itu, beberapa negara yang ikut menandatangani kesepakatan normalisasi telah bekerja sama melakukan kejahatan kemanusiaan. Di antaranya, pembunuh, perampok dan perampas tanah Palestina,” tandasnya.

Padahal, terangnya, bangsa Palestina tidak tinggal diam diperlakukan seperti itu. Bangsa Palestina telah menempuh jalur diplomasi dengan membawa kejahatan Israel ke dunia internasional. Walaupun Palestina tahu, PBB tidak memberikan hak sesungguhnya pada Palestina. Namun, Palestina tetap menunjukkan pada dunia untuk tidak menyerah dan tetap berjuang secara fisik.

“Saat ini yang bisa kami lakukan selalu berdoa di setiap shalat. kami juga selalu memberikan dukungan tiada henti untuk rakyat Palestina, baik secara moril maupun materil. Umat muslim juga bisa menjadi delegasi atau duta kota Al Quds dengan menyuarakan kondisi Palestina terkini kepada dunia. Serta yang utama, mendidik anak-anak untuk mencintai Palestina yang merupakan bumi para nabi,” tutup Husam. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button