Ini Kata Anies Baswedan Soal Pembelajaran Tatap Muka Hari Pertama di DKI Jakarta

JagatBisnis.com – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau langsung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SMKN 28 Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 30 Agustus 2021.

” Alhamdulillah, hari ini kita mulai Penataran Lihat Wajah( PTM) Terbatas dengan cara berangsur- angsur di 610 sekolah dari belasan ribu sekolah di Jakarta,” tutur Anies dalam akun Facebooknya Anies Baswedan.

Anies mengatakan, saat ini 85 persen guru- guru di DKI Jakarta telah divaksinasi, lebihnya 15 persen merupakan mereka yang memiliki komorbid ataupun penyintas COVID- 19 yang masih dalam era menunggu vaksin.

” Sementara anak didik umur 12- 17 tahun yang sudah divaksin awal sebesar 80 persen,” ucapnya.

Dalam perihal ini, mantan Menteri Pembelajaran dan Kultur Republik Indonesia itu ikut melafalkan kasih pada para orangtua yang telah memperlengkapi buah hatinya proteksi ekstra dengan divaksin dahulu, supaya lebih nyaman kembali ke sekolah.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pembelajaran Provinsi DKI Jakarta akan meresmikan Penataran Lihat Wajah( PTM) Terbatas Langkah 1 mulai Senin, 30 Agustus 2021 sebesar 610 sekolah.

Kepala Dinas Pembelajaran Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana menyampaikan, pemberlakuan PTM Terbatas ini sesuai Ketetapan Bersama Menteri Pembelajaran dan Kultur, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negara Nomor 03 atau KB atau 2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK. 01. 08 atau MENKES atau 4242 atau 2021, Nomor 440- 717 Tahun 2021 Tentang Bimbingan Penajaan Penataran di Era Endemi Corona Virus Disease 2019( COVID- 19) dan Ketetapan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1026 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pemisahan Kegiatan Warga Tingkat 3 Corona Virus Disease 2019.

Tutur ia, kalau PTM Terbatas Langkah 1 di Provinsi DKI Jakarta akan digelar dengan kapasitas 50 persen pada setiap satuan pembelajaran. Melainkan, untuk tahapan PAUD, SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB maksimal 5 partisipan ajar per kategori, dengan melindungi jarak minimun 1, 5 meter.

” Penerapannya juga pasti tetap mempraktikkan aturan kesehatan yang kencang, karena untuk PAUD dan SLB masih amat menginginkan pendampingan dari orang berumur,” ucap Nahdiana.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button