Ini Bentuk Sinergi Bea Cukai dan Polairud di Beberapa Wilayah Pengawasan

jagatBisnis.com – Dalam menjalankan tugas pengawasan, Bea Cukai diberi kewenangan oleh undang-undang untuk melaksanakan tugas patroli dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai di laut. Agar pelaksanaan tugas tersebut semakin baik dan efektif, Bea Cukai menjalin sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya, seperti Korps Kepolisian Air dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan (Korpolairud Baharkam) POLRI. Sinergi ini juga merupakan tindak lanjut penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Jenderal Bea dan Cukai dengan Kabaharkam POLRI tentang Peningkatan Sinergitas Tugas Operasional dan Sumber Daya dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi pada tanggal 24 Agustus 2020.

Salah satu bentuk sinergi antara Bea Cukai dan Polairud ialah pertemuan antara Komandan Satuan Tugas Patroli Laut Jaring Wallacea Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Khusus Papua, Nugroho Aji Haryanto dengan Dirpolairud Polda Papua, Kombes Pol Ir. Kasmolan pada Senin (02/11). Pertemuan ini merupakan pengejawantahan perjanjian kerja kedua pihak yang telah menyepakati untuk bersama-sama menyatukan sumber daya, melakukan upaya secara bersama-sama, serta saling bertukar informasi dalam melaksanakan tugas fungsi kepabeanan dan kepolisian.

“Dengan menyatukan kekuatan dan informasi diharapkan dapat menutupi setiap kelemahan yang dimiliki dengan cara menggunakan kelebihan dan keunggulan yang dimiliki oleh tiap-tiap pihak, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil kegiatan kedua belah pihak, baik Bea Cukai maupun Ditpolairud,” jelas Nugroho.

Ia pun menyebutkan bahwa pihaknya tetap melaksanakan patroli laut di wilayah timur Indonesia, meski di tengah masa pandemi Covid-19. “Kami akan terus mengawasi area perairan rawan pelanggaran kepabeanan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Kami berharap peningkatan kerja sama dan penguatan sinergi ini, membuat penegakan hukum tetap terjaga erat dan berkesinambungan, guna melindungi rakyat serta mendorong perekonomian Indonesia,” ungkap Nugroho, yang dalam kesempatan tersebut pula sempat mengunjungi dermaga baru dan armada milik Ditpolairud.

Tak hanya berbentuk pertemuan, di Aceh sinergi Bea Cukai dan Polairud juga terjalin dengan pelaksanaan apel bersama dan patroli gabungan antara Bea Cukai Aceh dengan Ditpolairud Polda Aceh, Senin (02/11), di dermaga pelabuhan Kuala Langsa.

Dirpolairud Polda Aceh, Kombes Pol Soelistijono, SIK. yang menjadi inspektur apel tersebut menyampaikan dalam amanatnya untuk menjaga sinergi antara kedua pihak, “Bea Cukai dan Polairud memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, tetapi mempunyai tujuan yang sama, bagaimana menyelamatkan yang menjadi haknya pemerintah, bagaimana menjaga keamaanan laut, maka dari itu sinergi antara Bea Cukai dan Polairud harus tetap dijaga.”

Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Langsa, Tri Hartana dalam kesempatan tersebut pun menegaskan hal yang sama. “Baju maupun seragam kita boleh berbeda, komando kita memang tidak dalam garis lurus, tetapi effort dan tujuan kita adalah sama, menjaga perairan NKRI kita dari upaya-upaya kejahatan, baik yang merupakan tugas pokok dan fungsi Bea Cukai maupun yang merupakan kewenangan dari POLRI,” katanya.

Ia berharap kegiatan apel ini dapat mempererat hubungan antara Bea Cukai Aceh dan Ditpolairud Polda Aceh dalam melaksanakan tugas dan fungsi tiap-tiap instansi, “Semoga sinergi ini ke depan akan melahirkan prestasi dan memberikan sumbangsih yang berarti untuk Indonesia tercinta.”

Sinergi dalam bentuk patroli laut gabungan juga digelar di Kupang oleh Bea Cukai Kupang dan Polairud Polda NTT, Rabu (04/11). Dalam patroli gabungan tersebut, kedua instansi menurunkan sebuah kapal patroli Bea Cukai dan dua buah kapal patroli Polairud Polda NTT, ketiga kapal tersebut digunakan untuk memeriksa kapal-kapal kargo dan tanker. Kepala Kantor Bea Cukai Kupang, I Ketut Suardinaya mengatakan patroli gabungan berjalan lancar, tidak ditemukan adanya pelanggaran dari kapal-kapal yang diperiksa. Ia pun menyampaikan apresiasi dan harapannya, “kami mengapresiasi pelaksanaan patroli gabungan ini dan berharap ke depannya dapat terus dilaksanakan di pintu masuk negara Indonesia, seperti daerah perbatasan Atambua, Atapupu, atau Motamasin.” (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button