Indonesia Jadi Korban Hacker Israel

JagatBisnis.com –  Sebuah industri bermuatan hacker ataupun peretas yang berplatform di Israel bernama Candiru, menjual spyware yang memanfaatkan kerentanan Windows dan telah digunakan dalam serbuan yang ditargetkan kepada 100 korban di sebagian negeri, bagi informasi terkini dari Microsoft dan Citizen Lab Universitas Toronto.

Alat- alat itu digunakan dalam serbuan akurasi yang mematok politisi, penggerak hak asas orang, wartawan, akademisi, pekerja kedutaan, dan pembangkang politik, catat Administrator Biasa Bagian Keamanan Digital Microsoft, Cristin Goodwin dalam sebuah posting web.

Berita Terkait

Korban- korbannya terletak di Palestina, Israel, Iran, Lebanon, Yaman, Spanyol, Inggris, Turki, Armenia, Singapore sampai Indonesia. Candiru menggunakan isyarat julukan Sourgum, menjual senjata digital yang membolehkan klien untuk mendobrak komputer, telepon, prasarana jaringan, dan perangkat yang tersambung ke Internet sasaran.

Agensi memutuskan siapa yang akan ditargetkan dan melaksanakan pembedahan. Citizen Lab, makmal riset akademis yang berpusat pada teknologi, hak asas orang, dan keamanan garis besar, mengatakan spyware bisa menginfeksi iPhone, Android, Mac, Komputer, dan akun cloud.

Periset dan Citizen Lab menemukan spyware Windows Candiru setelah mengetahui korban yang aktif dengan cara politik di Eropa Barat, mengutip dari laman Dark Reading, Minggu, 18 Juli 2021.

Mereka berikan ketahui Microsoft Threat Intelligence Center( MSTIC) untuk menganalisa spyware, CVE- 2021- 31979 dan CVE- 2021- 33771, yang mana keduanya tingkatkan kerentanan di kernel Windows.

Industri yang dibuat Bill Gates itu pula mengeluarkan tampalan untuk kelemahan pada sistemnya di dini minggu ini dan telah menginovasi alatnya dengan proteksi kepada spyware yang digunakan dalam serbuan ini.

” Proteksi yang kita keluarkan minggu ini akan menghindari perlengkapan Sourgum bertugas pada komputer yang sudah terkena dan menghindari peradangan terkini pada komputer yang diperbarui dan yang melaksanakan Microsoft Defender Antivirus dan yang menggunakan Microsoft Defender untuk Endpoint,” catat Goodwin.

Sementara para periset masih menekuni beberapa besar guna spyware, Citizen Lab melaporkan kalau bagasi Windows Candiru kelihatannya bermuatan fitur untuk mengekstrak file, mengekspor catatan yang ditaruh dalam versi Windows dari aplikasi catatan terenkripsi Signal, dan mencuri cookie dan tutur isyarat dari Chrome, Internet Explorer, Firefox, Ekspedisi, dan Opera.

Analisa lebih lanjut dari Microsoft mengatakan spyware bisa mengirim catatan dari email yang masuk dan akun alat sosial di komputer sasaran, membolehkan penyerbu mengirim catatan kejam dari korban ke orang lain.

Penemuan ini menggarisbawahi ancaman badan zona swasta yang menjual senjata virtual, yang bisa digunakan untuk melawan banyak orang di semua bumi, tutur Citizen Lab.

” Kedatangan Candiru yang terhambur besar, dan memantau warga awam garis besar, merupakan pengingat kalau pabrik spyware melunasi banyak pemeran dan capaian pemakaian yang besar,” catat para periset. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button