Indonesia Bantah Klaim Inggris Zero Deforestasi Tahun 2030

JagatBisnis.com –  Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Mahendra Siregar menepis pernyataan Menteri Iklim dan Lingkungan Internasional Inggris Zac Goldsmith tentang nol deforestasi atau zero deforestation dalam COP26 Forest Agreement.

Menurut Wamenlu, KTT Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa itu sedang berjalan sehingga belum ada kesepakatan apapun yang dihasilkan pada 2 November lalu.

Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/11/2021), Mahendra menjelaskan bahwa pertemuan yang mendasari lahirnya deklarasi tersebut adalah “Leaders Meeting on Forrest and Land Use”.

“Dalam deklarasi yang dihasilkan itu sama sekali tidak ada terminologi ‘end deforestation by 2030’ (mengakhiri deforestasi pada 2030—red). Dalam menyikapi pernyataan Goldsmith kita harus mawas diri, jangan lengah, dan tidak boleh terpengaruh,” tutur Mahendra.

Mahendra menegaskan bahwa Indonesia akan terus fokus dalam pengelolaan hutan, seperti yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato pembukaan COP26 maupun dalam leaders meeting.

“Apalagi yang diungkapkan Presiden Jokowi tentang upaya dan pengelolaan hutan kita diapresiasi banyak negara karena memberikan hasil konkret,” ujarnya.

Wamenlu menjelaskan bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan terbesar dalam pencegahan karhutla dan deforestasi.

“Jadi ada fakta yang kontras. Kita berhasil mengelola hutan, sementara di belahan lain termasuk negara-negara maju seperti AS, Australia, dan Eropa dilanda karhutla yang terbesar selama ini,” kata Mahendra.

Sebelumnya, Menteri Iklim dan Lingkungan Internasional Inggris Zac Goldsmith mengunggah dokumen berjudul “COP26 Forest Agreement” di akun twitternya. Ia mengatakan lebih dari 100 negara setuju untuk mengakhiri deforestasi pada 2030. Jumlah itu mewakili lebih dari 85 persen hutan dunia.

Berdasarkan dokumen deklarasi para pemimpin dunia termasuk Indonesia, yang berkumpul di Glasgow untuk menghadiri KTT tersebut, sama sekali tidak disebutkan pernyataan tentang mengakhiri deforestasi.

Deklarasi tersebut menegaskan komitmen para pemimpin untuk bekerja secara kolektif untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya hutan dan degradasi lahan pada 2030, sambil mengupayakan pembangunan berkelanjutan dan mempromosikan transformasi pedesaan yang inklusif.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button