Imbas Libur Nataru, Covid Klaster Keluarga di DKI Melonjak

jagatBisnis.com — Proporsi klaster keluarga dalam penyebaran Covid-19 semakin meningkat. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, per 11 hingga 17 Januari peningkatan klaster keluarga telah mencapai 45 persen dari sebelumnya hanya berkisar di angka 40 hingga 43 persen.

“Tanggal 3 sampai 17 Januari 2021, tercatat sudah ada 442 klaster keluarga dengan 1.241 kasus positif yang mayoritas melakukan perjalanan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Banten. Rata-rata dengan menggunakan kendaraan pribadi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (21/01/2021).

Dia menjelaskan, Hal tersebut berbanding terbalik dengan klaster perkantoran yang justru turun. Pascalibur Natal dan Tahun baru (Nataru), klaster perkantoran yang sebelumnya penyumbang positif Covid-19 tinggi, di wilayah Jakarta turun 2,7 persen. Puncak penambahan kasus sebagai akibat dari libur Nataru diprediksi terjadi 14 hari sesudah libur berlangsung, yakni 17 Januari hingga 31 Januari 2021.

“Oleh karena itu, perlu kewaspadaan terkait peningkatan klaster keluarga penyumbang positif Covid-19 ini. Makanya, masyarakat diminta terus meningkatkan perilaku 3M dan menghindari kerumunan. Selain itu, perlu juga mengingatkan sesama agar selalu menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dia membeberkan, DKI mencatat rekor tertinggi penambahan kasus positif Covid-19 terjadi pada Rabu (20/01/2021), kasusnya mencapai 3.786 kasus. Jumlah itu melewati rekor sebelumnya pada Sabtu (16/01/2021), sebanyak 3.536 kasus. Oleh sebab itu, Pemprov DKI saat ini tengah mengikuti aturan baru yang ditetapkan pemerintah pusat untuk membatasi pergerakan masyarakat guna mencegah tingkat penularan yang semakin tinggi.

“Akhirnya, pemerintah memutuskan untuk memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali yang juga diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19,” tutupnya. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button