IDI Pertanyakan Rencana Libur Panjang Akhir Tahun

jagatBisnis.com — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai tenaga medis mempertanyakan rencana libur panjang (long weekend), termasuk akhir tahun 2020 nanti. Jika libur panjang tetap dijalankan dapat menambah penyebaran infeksi virus corona (Covid-19).

Wakil Ketua Umum IDI, Moh Adib Khumaidi mengatakan sudah banyak contoh kasus, akhir libur panjang mengakibatkan fluktuasi kasus. Seharusnya, usai libur panjang pada Mei 2020 lalu bisa menjadi pembelajaran. Karena fluktuasi kasus Covid-19 meningkat hingga 20 persen.

“Selain itu, libur panjang pada Agustus lalu, juga meningkatkan infeksi virus lebih dari 10 persen dan test rate meningkat lebih dari 20 persen,” katanya saat berbicara di konferensi virtual BNPB bertema Kesiapan Penanganan Pasien di RSDC, Senin (16/11/2020).

Dia menjelaska, kondisi saat ini masih berisiko, orang-orang ketika pergi berlibur pasti terdorong untuk berkerumun dan menyebabkan penularan virus. Sehingga, pihaknya menyarankan pemerintah tidak memberlakukan libur dan cuti bersama berikutnya.

“Pemerintah harus benar-benar menggunakan data riil dan dipelajari berdasarkan keilmuan yang kemudian menjadi dasar mengambil keputusan. Pemerintah juga harus hati-hati karena momen satu ke lainnya bisa berbeda perilakunya. Jadi kalau data menunjukkan tidak terlalu signifikan, disarankan sebaiknya tidak ada cuti bersama,” ujarnya.

Menurutnya, jika ada yang beralasan perlu beristirahat, sebenarnya pandemi Covid-19 ini telah membuat orang-orang bekerja dari rumah (WFH) dan tidak bekerja di kantor sehingga bisa beristirahat. Jika harus ada libur panjang, maka mulai dari transportasi, tempat wisata dan hotel harus ada aturannya.

“Semua pihak harus melaksanakan regulasi tersebut. Sebab, kami berkaca pada pengalaman sebelumnya. Jadi aturan mengenai protokol kesehatan 3M belum banyak dilaksanakan, bahkan ada yang tidak memakai masker wajah. Masalah protokol kesehatan ini harus menjadi satu aturan tegas,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengaku tengah mengikuti perkembangan kasus penambahan infeksi virus ini hingga sepekan mendatang. Pihaknya ingin memastikan masyarakat benar-benar menerapkan liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan. Kemudian dampaknya pada penambahan kasus Covid-19.

“Kalau bisa dikendalikan dengan baik, maka kami memberi masukan bisa diberi libur panjang selanjutnya. Namun, kalau masih terjadi peningkatan kasus, maka liburan berikutnya diperpendek atau ditiadakan sama sekali,” pungkasnya. (eva)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button