Hore! Kini, Ponsel Android Bisa Deteksi Gempa Google

JagatBisnis.com – Google terus berupaya memperluas cakupan sistem deteksi dan peringatan gempa. Bahkan, kini sistem deteksi Google tersedia di ponsel Android. Hal ini ditujukan untuk mengatasi celah di wilayah yang minim seismometer dan sistem peringatan dini untuk beberapa wilayah di dunia.

“Ini menjadi upaya pertama kali yang kami luncurkan untuk menangani potensi gempa langsung dari smartphone. Awalnya, sistem ini diluncurkan di California, Amerika Serikat Kini, sistem ini akan hadir di Yunani dan Selandia Baru,” kata Marc Stogaitis, principal software engineer Google seperti dikutip The Verge, Minggu (2/5/2021).

Menurutnya, masuknya sistem deteksi gempa di android merupakan hal baru. Karena pertama kalinya menangani deteksi gempa sampai peringatan ke individu. Sistem pendeteksi ini mengandalkan perangkat Android untuk mendeteksi gempa.

“Lalu, kami akan menganalisa data dari ponsel tersebut dan mengirimkan peringatan dini ke pengguna yang berada di daerah terdampak. Peringatan dini ini secara otomatis akan terkirim ke pengguna, kecuali mereka memilih untuk tak ikut di program ini,” ungkapnya.

Dijelaskan, pertama kali perusahaannya menggelar sistem pendeteksi gempa, bekerja sama dengan United States Geological Survey dan juga Office of Emmergency Service milik pemerintah California. Fitur ini kemudian diperluas cakupannya ke Oregon dan bakal merambah Washington pada mei mendatang.

“Pada awalnya, kami hanya mengumpulkan data gempa dari ponsel, lalu data tersebut akan diberikan jika ada pengguna yang mencari informasi gempa lewat mesin pencari di ponselnya,” imbuh Google

Ditambahkan, sistem pendeteksi ini memanfaatkan sensor akselerometer di ponsel, yang bisa mendeteksi gerakan. Akselerometer ini juga bisa mendeteksi gelombang gempa utama dan kedua.
Hal ini membuat ponsel berfungsi layaknya seismometer mini, bergabung dengan jutaan ponsel lain di Android untuk membentuk jaringan pendeteksi gempa.

“Akan sangat hebat jika ada sistem berbasis seismometer yang ada di mana-mana dan bisa mendeteksi gempa bumi. Namun karena biaya dan perawatan, hal tersebut tak praktis dan hampir tak mungkin bisa mencakup secara global,” ujar Marc.

Diakuinya, sistem pendeteksi gempa ala Google ini punya kelemahan. Yaitu orang-orang yang lokasinya dekat dengan sumber gempa malah tak akan mendapat peringatan dari awal. Karena orang-orang tersebut yang pertama mendeteksi gempa.

“Namun setidaknya ponsel mereka akan membantu orang lain yang jaraknya lebih jauh dengan memberikan peringatan,” pungkasnya. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button