Hong Kong Sediakan Tur Tidur di Bus untuk Penumpang Insomnia

JagatBisnis.com  –  Hong Kong merupakan salah satu daerah dengan rata-rata jam kerja yang cukup tinggi dalam per minggunya. Karena warga Hong Kong bisa bekerja selama 48 jam per minggu. Rutinitas ini membuat warga Hong Kong memiliki risiko kelelahan yang cukup tinggi. Sehingga dibutuhkan sebuah aktivitas untuk menghilangkan rasa penat. Salah satunya dengan menyediakan layanan bus untuk orang-orang yang ingin tidur atau sekadar beristirahat selama 5 jam di bangkunya.

Founder dari Ulu Travel, Frankie Chow, layanan Sleeping Bus Tour ini diperuntukan warga Hong Kong yang mengalamai insomnia dan kelelahan. Wisata ini menawarkan layanan tidur siang bagi warga yang membutuhkan istirahat. Karena banyak warga Hong Kong yang merasa stres dengan pekerjaannya.

Berita Terkait

“Tur Bus Tidur ini dirancang untuk membantu orang-orang yang ingin lari dari rutinitasnya, atau malah bagi yang hanya bisa tertidur saat berada di tengah kebisingan. Bahkan, penumpang diizinkan berpiyama atau membawa bantal dan selimut saat naik bus keliling kota,” katanya, Senin (1/11/2021).

Menurutnya, harga tiket untuk tur bervariasi bergantung lokasi kursi yang dipilih. Harga tiket tur ini antara $13 dan $51 per orang tergantung pada posisi kursi. Bus yang digunakan merupakan bus tingkat. Layanan bus ini terinspirasi dari penumpang yang sering terlihat tertidur di transportasi publik.

“Sebagai agen perjalanan baru, kami berharap dapat membawa kegembiraan bagi pelanggan selama pandemi. Jadi kami mencoba memikirkan beberapa tur kreatif baru. Sehingga bus ini menawarkan opsi untuk keluar rumah, meninggalkan rutinitas harian, dan bersantai,” imbuhnya.

Sementara itu, Peneliti Utama dari Klinik Penelitian Tidur di Universitas Hong Kong, Dr. Shirley Li, menyatakan, kecenderungan orang untuk tidur siang dalam perjalanan sehari-hari adalah konsekuensi dari kurang tidur. Jadi, orang
tidur di transportasi umum karena kondisi tertentu ada lah wajar.

“Orang-orang di Hong Kong tidak punya cukup waktu untuk tidur. Kami cenderung memprioritaskan hal-hal lain, seperti kegiatan bersenang-senang, kewajiban pribadi yang lain atau jadwal kerja, daripada tidur, yang sebenarnya merupakan kebutuhan fisiologis dasar yang lebih penting untuk manusia,” ujarnya.

Karena itu pula, lanjutnya, warga Hong Kong cenderung memanfaatkan waktu lain untuk tidur, yaitu dalam perjalanan sehari-hari, terutama saat bepergian dengan angkutan umum. Sebagian orang bahkan cenderung mengasosiasikan transportasi umum sebagai tempat untuk tidur. Itulah alasan mengapa mereka lebih mudah tertidur di dalam bus. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button