Hasil Klinik Ekspor Bea Cukai Jengkol asal Sumbar dan Nipah dari Aceh Tembus Pasar Internasional

JagatBisnis.com –  Produk dalam negeri Indonesia terus menunjukkan potensinya dalam bersaing di pasar internasional. Kali ini ekspor hasil bumi Indonesia kembali merambah pasar Jepang dan Thailand. Sebanyak 90 kemasan jengkol asal Pariaman, Sumatera Barat diekspor ke Jepang dan 2003 pcs keladi, serta 150 nipah diekspor ke Thailand.

“Upaya untuk meningkatkan daya saing produk lokal terus digaungkan pemerintah sejalan dengan program pemuliahan ekonomi nasional,” ungkap Tubagus Firman Hermansjah, Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai.

Jengkol yang telah memenuhi standar ekspor dan berhasil menembus pasar Jepang tersebut dikirim melalui Jambi oleh PT Nur Kalima Group. Terwujudnya ekspor ini merupakan salah satu keberhasilan Program Klinik Ekspor yang dilakukan Bea Cukai Jambi dalam memberikan asistensi seputar kegiatan ekspor kepada para pelaku usaha yang ingin merambah pasar global dengan produk yang beraneka ragam.

“Bea Cukai juga secara rutin melakukan kegiatan klinik ekspor kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di berbagai wilayah di Indonesia sebagai upaya mendorong potensi ekspor atas produk dalam negeri,” tambah Firman.

Kegiatan asistensi terhadap UMKM juga baru saja dilakukan oleh Bea Cukai Jambi terhadap PT Blantika Indo Global. Perusahaan yang memiliki potensi ekspor tersebut memproduksi lumbung lidi yang terdiri dari lidi kelapa, lidi sawit, lidi nipah, dan gelagah.

Masih di wilayah Sumatera, Bea Cukai Lhokseumawe juga turut melepas ekspor produk nipah dan keladi ke Thailand. Pelaksanaan ekspor tersebut membuktikan bahwa potensi produk dalam negeri di wilayah Aceh mampu bersaing dan diminati pasar luar negeri.

Firman menuturkan bahwa kegiatan ekspor yang dilakukan di berbagai daerah merupakan salah satu langkah untuk memulihkan perekonomian nasional. “Upaya untuk mendorong kegiatan ekspor dilakukan sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional untuk meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Seperti yang diketahui pandemi Covid-19 membuat perekonomian melambat, sehingga diperlukan upaya nyata untuk memulihkan ekonomi, salah satunya lewat ekspor,” pungkas Firman. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button