Harapan Warga Tambak Lorok di Tengah Banjir Rob

JagatBisnis.com –  Aktivitas masyarakat di tengah banjir rob perkampungan nelayan Bendungan Lorok ialah sesuatu perihal yang lazim. Pemukiman di Semarang, Jawa Tengah ini memang salah satu kawasan langganan banjir rob masing- masing tahunnya, dampak dari pasang surutnya air laut.

Ketinggian banjir rob di Bendungan Lorok dapat mencapai 30 sampai 60cm.

Posisi perkampungan yang berbatasan langsung dengan perairan Laut Jawa, dan dilintasi Kali Banger saat sebelum masuk ambang Laut Jawa, memang membuat Bendungan Lorok rentan akan banjir.

Menjemur ikan dan beberapa lagi membenarkan jaring buruan ikan yang cacat masih tetap dilakukan seperti atmosfer Desa Nelayan. Cuma jika banjir rob besar, biasanya masyarakat padat jadwal memindahkan benda ke tempat yang lebih besar.

Bagi masyarakat, biasanya air mulai masuk ke pemukiman sejak pagi dan terkini mundur sekitar jam 14. 00 Wib.

Sebagian rumah yang hampir lenyap tergenang rob pula jadi fakta kalau terdapat penyusutan tanah masing- masing tahunnya. Perihal itu dikuatkan dari sejumlah hasil riset, kalau terjadi penyusutan tanah di pantai Jateng mencapai 10cm per tahun.

Sejumlah masyarakat coba mencari solusi dengan menaikkan badan gedung mulai dari 70cm sampai 1 meter, tetapi diakui masyarakat solusi itu karakternya sementara, tidak terdapat yang dapat menjamin bila penyusutan tanah akan menyudahi.

Nyatanya sejak 2015, Penguasa Kota Semarang telah memasukan Bendungan Lorok dalam program Desa Dahulu kala, program ini bertujuan untuk mendefinisikan pembangunan keberlanjutan di kawasan pantai dengan rancangan Desa Dahulu kala.

Esoknya, Bendungan Lorok akan jadi model percontohan kawasan pantai lain yang rawan banjir.

Masyarakat juga mengapresiasi berbagai usaha Pemkot yang berencana menjadikan Bendungan Lorok terbebas dari banjir rob, sesuai dengan impian masyarakat supaya rob di Bendungan Lorok segera mundur dan warga dapat kembali beraktifitas wajar.

Dalam sebuah peluang, Gubernur Jawa Tengah Membalas Pranowo membenarkan kasus rob dan banjir di Jateng memang bukan masalah mudah, diperlukan masukan berbagai pihak supaya penindakan dapat berjalan.

Walaupun demikian, Membalas membenarkan kalau usaha penindakan banjir dan rob di Jateng sudah berjalan.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button