Google Beri Tips Keamanan Online Saat Anak Main Internet

JagatBisnis.com –  Di masa pandemi, kebanyakan anak menggunakan internet lebih banyak dari sebelumnya. Apalagi karena ada aturan harus belajar dari rumah dengan fasilitas internet. Tapi, ketika anak usia dini berinternet semakin banyak risiko yang dihadapi. Salah satunya adalah risiko kemanan online. Google pun memberikan tips keamanan online untuk para orangtua agar tidak khawatir terhadapa anaknya yang menggunakan fasilitas intenet.

Global Online Safety Education Lead Google, Lucian Teo menjelaskan, dari survei keamanan online keluarga yang dilakukan Qualtrics LLC yang didanai Google, hasilnya sebanyak 15 persen orangtua dari anak yang bersekolah
online selama pandemi Covid-19 merasakan kekhawatiran yang meningkat tentang keamanan online.

“Survei dilakukan mulai Desember 2020 hingga Januari 2021 di 15 negara di kawasan Asia Pasifik dan Amerika Selatan, dengan sampel 4.704 orangtua dari anak berusia 5 hingga 17 tahun,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menyebutkan, adapun kekhawatiran utama para orangtua terkait keamanan online tersebut, antara lain kekhawatiran keamanan informasi, masalah umumnya meliputi scam dan peretasan. Selain itu, takut anaknya berinteraksi dengan orang asing yang tidak diinginkan. Bahkan, para orangtua juga khawatir tentang adanya konten yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan usia anak.

“Sebenarnya tugas untuk menghadirkan keamanan online adalah tugas semua pihak dan tidak hanya orangtua. Google, misalnya, punya peran dalam menghadirkan alat-alat penunjang, sementara orangtua belajar dan mendiskusikannya dengan anak serta guru mengajarkan di aktivitas sekolah. Jika semua pihak terlibat, internet akan jadi tempat yang aman untuk berekeplorasi bagi anak,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Lucien membagikan beberapa tips yang bisa diaplikasikan orangtua untuk mengatasi kekhawatiran mengenai keamanan online anak selama beraktivitas di internet. Antara lain, melindungi identitas digital anak agar anak tidak menjadi korban penipuan atau peretasan akun di dunia maya. Selain itu, orangtua harus sadar, saluran tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh orang tak dikenal untuk berinteraksi dengan anak. Jadi, penting untuk selalu memantau aktivitas anak di dunia maya dan siapa saja yang berinteraksi dengannya.

“Jika anak menggunakan fitur di internet atau bermain game online, cobalah mencari tahu apakah apa yang diaksesnya memungkinkan anak untuk berinteraksi online dengan orang lain. Beberapa game online hanya memberikan sedikit opsi interaksi sosial, seperti sekadar memberikan like (tanda suka) dan bukan pesan tertulis. Ini cukup banyak mengurangi risiko terjadinya interaksi sosial yang tidak diinginkan,” ungkap Lucian.

Tips lain, lanjut dia, arahkan anak agar mengakses konten sesuai usianya. Karena ada berbagai fitur keamanan yang bisa dimanfaatkan orangtua untuk menjaga agar anak tidak dapat mengakses konten yang tidak sesuai dengan usianya. Oleh karena itu, pentingnya orangtua untuk terlibat dalam setiap aktivitas anak sejak dini dan menyepakati aturan bersama demi keamanan anak, terutama di ranah online.

“Seiring bertambahnya usia anak, orangtua bisa memberinya kebebasan yang semakin besar tetapi juga memberikan tanggung jawab yang lebih besar pula terhadap semua yang dilakukan anak. Ketika pemberlakuan aturan dilakukan ketika anak sudah remaja, akan lebih sulit. Jadi perubahan itu harus dimulai dari sejak kecil,” tutupnya. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button