Gempa di Blitar Kerugian Capai Rp6,5 Miliar

JagatBisnis.com – Kehilangan dampak guncangan alam dengan magnitudo 6, 1 di Blitar pada Sabtu 10 April 2021 lalu mencapai Rp6, 5 miliyar.

” Angka kehilangan mencapai Rp6, 5 miliyar. Ini estimasi. Untuk informasi kerusakan dampak musibah guncangan alam kurang lebih 924 gedung rumah masyarakat dan sarana biasa,” tutur Kepala Eksekutif Setiap hari( Kalakhar) Badan Penyelesaian Musibah Wilayah( BPBD) Kabupaten Blitar Achmad Cholik di Blitar, Kamis 15 April 2021.

BPBD Kabupaten Blitar masih lalu melakukan koreksi informasi. Perihal itu untuk membenarkan informasi saat sebelum dikirim ke Provinsi Jatim untuk pengajuan dorongan dorongan pada BNPB.

Sesuai dengan yang dibilang oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang menindaklanjuti informasi dari BPNP saat bertamu ke Kabupaten Blitar, kalau untuk gedung yang terkena guncangan alam dengan situasi cacat berat mendapatkan dorongan dorongan Rp50 juta, cacat sedang Rp25 juta dan cacat enteng Rp10 juta.

Pendataan dilakukan bagus rumah masyarakat ataupun sarana biasa. Aparat memantau dengan tentu tingkatan kerusakan dampak guncangan alam itu apakah gedung cacat enteng, sedang ataupun berat.

Tidak hanya diajukan untuk mendapatkan dorongan dorongan dari pusat, Penguasa Kabupaten Blitar pula berencana memberikan dorongan pada masyarakat yang terdampak musibah. Dorongan itu terdapat yang berbentuk uang dan terdapat materi utama.

Untuk dorongan berbentuk uang, tutur ia, sesuai dengan peraturan wilayah masyarakat yang rumahnya cacat enteng mendapatkan dorongan Rp1 juta, cacat sedang Rp2 juta, dan cacat berat Rp4 juta. Tetapi, untuk dorongan berbentuk uang itu pula masih pendataan termasuk masyarakat yang berkuasa memperolehnya.

Sedangkan dorongan berbentuk materi utama, rencananya akan didistribusikan pada minggu depan. Saat ini, dorongan berbentuk materi utama sudah terkumpul di bangunan dan bermukim pembagian ke posisi musibah. Dorongan itu misalnya beras dan sebagian barang untuk kebutuhan mereka.

” Dorongan sosial dari dinas sosial. Dorongan itu tetap untuk warga yang terkena akibat. Diberi beras supaya uangnya dapat beli yang lain daripada beras,” pungkasnya.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button