Ganggu Kekhusyukan Ramadan, Zionis Kembali Serang Masjid Al Aqsha

JagatBisnis.com – Bulan Ramadan yang khidmat justru membuat Penjajah Zionis Israel bertindak semakin represif. Dalam jumlah besar tentara Zionis kembali menyerbu Masjid Al Aqsha, Jumat (7/5/2021). Sejumlah serangan dilancarkan, mulai gas air mata, tembakan hingga bom molotov.

“Mereka tak segan menyakiti dan melukai warga serta menangkap beberapa pemuda. Setidaknya sudah lebih dari 53 orang menjadi korban dalam ketegangan tersebut,” kata Ketua Adara Relief Internasional, Sri Vira Candra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/5/2021), seperti dikutip dari situs Aljazeera.net.

Menurutnya, ketegangan itu sudah terjadi sejak awal Ramadhan 1142 Hijriah dan kini semakin memuncak. Sehingga kekhusyukan kaum muslimin yang sedang menjalankan ibadah puasa di sana terusik. Bahkan, kelompok garis keras Yahudi “Haikal Sulaiman” berencana menyerbu lagi Masjid Al Aqsa pada Senin (10/5/2021) secara besar-besaran.

“Ketegangan dipicu adanya aksi pengusiran 4 rumah warga di kawasan Syekh Jarrah yang telah mereka diami sejak sebelum tahun 1948, untuk kepentingan pembangunan hunian bagi penduduk illegal Zionis. Ketegangan juga dipicu upaya pencegahan otoritas penjajah untuk pelaksanaan pemilu Palestina di Kota Al Quds,” paparnya.

Dia menjelaskan, penyerangan Masjid Al Aqsha dilakukan untuk memperingati 54 tahun jatuhnya Al Quds Timur dan Masjid Al Aqsa dalam penguasaan penjajahan Zionis. Bahkqn, rencana aksi tersebut didukung otoritas penjajah Zionis.

“Namun, Badan Wakaf Palestina dan Al Quds yang bertanggung jawab atas Masjidil Aqsa, tak tinggal diam dan berusaha mencegah aksi tersebut. Kaum muslim di Al Quds juga tak tinggal diam, mereka berkomitmen untuk bertahan di Masjid Al Aqsa dan menjaganya dari penodaan serta segala bentuk penistaan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, melihat kondisi tersebut pihaknya juga tidak tinggal diam. Pertama,
mengajak khalayak untuk terus memantau dan menyebarkan berita  terkini tentang Al-Quds ke khalayak ramai. Sehingga penyerangan dan penodaan terhadap Al-Quds dapat segera dihentikan. Pihakya juga mengimbau agar masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan momen Itikaf sebagai momen menggalang persatuan umat untuk mendoakan membela Al Quds.

“Selain itu, pembelaan terhadap al Quds dapat terus kita lakukan, baik secara pribadi maupun lembaga. Makanya kami mengajak para dermawan yang ingin menguatkan perjuangan pembelaan Al Quds melalui bantuan nyata, berupa donasi untuk menguatkan pembelaan dan perjuangan meereka. Karena semangat saudara-saudara kita di sana harus juga kita rasakan di sini,” tutup Vira. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button