Gali Potensi Ekspor Daerah, Bea Cukai Edukasi Pelaku Usaha

JagatBisnis.com –  Dalam rangka mendukung peningkatan ekspor produk unggulan daerah, Bea Cukai secara aktif menggandeng pelaku usaha untuk mengetahui fasilitas dan prosedur ekspor. Kali ini Bea Cukai melakukan edukasi berupa kelas ekspor, sharing session, customs visit customer, serta klinik ekspor bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan beberapa instansi terkait yang menangani ekspor mengadakan kelas ekspor untuk pelaku UMKM yang selama 3 hari, dimulai pada Selasa (22/6). Kelas ekspor ini bertujuan untuk memberikan pembekalan teknis di bidang ekspor serta mendorong perluasan akses pasar global bagi pengusaha.

“Kelas ekspor yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh pelaku UMKM binaan Bank Indonesia, serta asosiasi UMKM Sumut. Dan kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi trigger untuk lahirnya eksportir baru dari Sumut,” ungkap Ambang Priyonggo, Plt. Kakanwil Bea Cukai Sumut.

Sementara KPU Bea Cukai Soekarno Hatta turut meningkatkan potensi penerimaan negara di masa pandemi, melalui rangkaian program ekspor produk UMKM. Mengundang pihak ground handling di wilayah Bandara Soekarno-Hatta, Bea Cukai adakan sharing session terkait alur prosedur pelaksanaan ekspor dan manajemen logistik.

Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean dan Cukai (PFPC) II, Purnomo, menjadi narasumber pada kegiatan ini. Purnomo mengatakan bahwa KPU Bea Cukai Soekarno Hatta memiliki program untuk meningkatkan kontribusi ekspor, dengan melibatkan pelaku UKM dan UMKM di Provinsi Banten.

“Untuk mewujudkan program itu, tentunya diperlukan sinergi dan komitmen dari semua pihak, seperti tim ground handling bandara yang saat ini hadir. Semoga kita bisa lebih luas mengedukasi tentang tata laksana serta biaya ekspor kepada pelaku usaha, sehingga nantinya akan lebih banyak pelaku UKM dan UMKM yang melakukan ekspor,” ujar Purnomo.

Selain itu, melihat besarnya profil investasi para pelaku usaha wilayah Bogor di bidang ekspor, Bea Cukai Bogor menawarkan Klinik Ekspor sebagai wadah bagi perusahaan dan industri kecil menengah untuk berkonsultasi terkait kegiatan ekspor. Salah satu pengguna jasa, PT Abbot, telah menggunakan fasilitas ini, dan berkonsultasi langsung dengan Sasmita, Kepala Seksi Pelayanan Kepabean dan Cukai VI terkait fasilitas kepabeanan yang dapat digunakan untuk melakukan ekspor.

“Karena PT Abbot merupakan perusahaan di bidang farmasi yang memproduksi berbagai jenis obat atau produk kesehatan, dan saat ini hendak melaksanakan ekspor, ada dua fasilitas kepabeanan yang mungkin dapat digunakan yaitu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Pembebasan atau kawasan berikat, sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-160/PMK.04/2018,” jelas Sasmita.

Sejalan dengan hal tersebut, Bea Cukai Luwuk juga mendatangi langsung beberapa pengguna jasa untuk memberikan layanan Klinik Ekspor. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan kendala yang dihadapi pengguna jasa untuk ekspor, serta memberikan konsultasi terkait ekspor.

Serta turut mendukung ekspor produk unggulan dari Pamekasan, Bea Cukai Madura menghadiri penandatanganan MoU PR. Ayunda dengan PT Panca Tobacco, terkait hal pemasaran baik di dalam dan di luar negeri. Kepala Seksi PKC dan Duktek Bea Cukai Madur, Ako Rako Kembaren, mengatakan bahwa ini merupakan awal yang baik bagi PR Ayunda berkembang dan menggali potensi pasar internasional. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button