DPR Apresiasi Kinerja BAZNAS

JagatBisnis.com – Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang diimplementasikan unit terkait dan lembaga-lembaga program.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR dengan BAZNAS dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily (Fraksi Partai Golkar), di Gedung DPR, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (14/6/2021).

DPR mengapresiasi program sertifikasi amil, pemberian beasiswa dan pemberdayaan pesantren. Parlemen juga mengapresiasi program-program milineal dan kerja sama dengan kalangan kampus. Di samping itu juga program pemberdayaan peternak mustahik seperti pendampingan dan pembibitan ternak.

Rapat dihadiri 12 anggota Komisi VIII DPR lintas fraksi seperti Lisda Hendra Joni (Fraksi Partai Nasdem), Endang Maria Astuti dan John Kenedy Azis (Fraksi Partai Golkar); Muhamad Rizal (Fraksi PAN); Achmad (Fraksi Partai Demokrat).

Dari Badan Amil Zakat Nasional hadir Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA; Wakil Ketua BAZNAS, Mo Mahdum; Pimpinan BAZNAS, Zainulbahar Noor, Nadratuzzaman Hosen, Nur Chamdani, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan; Dirut BAZNAS, Arifin Purwakananta; Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan, Wahyu TT. Kuncahyo; Sekretaris BAZNAS, Dr. Ahmad Zayadi.

Lisda Hendra Joni (Fraksi Partai Nasdem), menyampaikan penghargaannya terhadap segala proses yang dilakukan oleh BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

“Saya juga mengapresiasi atas diluncurkannya Gerakan Cinta Zakat, karena di dalamnya juga melibatkan millenial. Saya kira hal ini harus terus dilanjutkan, melihat banyaknya generasi milenial yang sudah paham mengenai zakat.”

Menurutnya, terdapat beberapa program yang luar biasa yang selama ini dijalankan BAZNAS seperti program ekstensifikasi UPZ yang dilakukan dengan KUA, dan yang akan datang bersama KBRI. Hal ini tentu mampu memaksimalkan potensi zakat yang ada.

Endang Maria Astuti (Fraksi Partai Golkar) juga mengapresiasi jika program BAZNAS juga menyasar kepada kalangan milenial, terutama di masa pandemi Covid-19.

“Kita berharap ke depan, program BAZNAS justeru dikenal di kalangan muda, sehingga ketika nanti berhasil, mereka akan mengenal BAZNAS dan otomatis akan tersosialisasikan dengan baik,” ujarnya.

Sementara Muhamad Rizal (Fraksi PAN)
mengusulkan agar BAZNAS bisa disosialisasikan mulai dari pusat hingga ke daerah, bahkan sampai tingkat kecamatan.

“Ini terjadi di mana-mana. Perlunya supaya ada sosialisasi yang masif. Bukan hanya provinsi atau kabupaten tapi hingga kecamatan harus dilakukan,” ujarnya.

Sementara Legislator Partai Demokrat, Achmad juga salut dengan kewenangan BAZNAS yaitu mengumpulkan zakat, mengelola zakat, dan mendistribusi zakat. “Ini luar biasa. Satu badan punya 3 otoritas,” ungkapnya.

Hal sama disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Tb Ace Hasan Syadzily.
“Komisi VIII DPR mengapresiasi kinerja BAZNAS yang diimplementasi unit kerja dan lembaga program. Kami terus mendorong BAZNAS agar mampu meningkatkan pengumpulan zakat, infak, sedekah serta dana sosial dan keagamaan lainnya (ZIS-DKSL) melalui peningkatan kepercayaan publik (public trust) terhadap pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat,” kata Tb. Ace Hasan Syadzily.

Menurut dia, apresiasi dibarengi komitmen DPR yang juga akan mengupayakan regulasi terkait pemberian insentif kepada pembayar zakat atau muzaki. Yakni, tandas Ace, dengan menjadikan nilai 2.5% zakat dapat menjadi pengurang persentase pajak perorangan atau perusahaan melalui peningkatan koordinasi dengan Kementerian Keuangan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, mengucapkan terima kasih kepada Komisi VIII yang telah memberikan apresiasi dan mendukung penguatan kelembagaan BAZNAS.

“Semoga hal ini bisa mendorong BAZNAS menjadi `pilihan pertama pembayar zakat, lembaga utama menyejahterakan umat`,” kata Ketua BAZNAS.

Pada kesempatan itu, Prof. Noor Achmad memaparkan laporan kinerja zakat 2021 kuartal pertama. Pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS), berdasarkan data 52,6 % yang masih masuk hingga 11 Juni 2021 mencapai Rp 600,781,737,334 dan penyaluran ZIS di nasional berdasarkan data 36,2% yang masuk hingga 11 Juni, mencapai total sebesar Rp 298,915,082,494.

Tidak hanya itu, BAZNAS juga mengoptimalkan peran zakat dari kaum milenial, kampus dan pesantren.

“Layanan zakat online adalah yang paling diminati oleh donatur milenial BAZNAS. Saat ini terdapat lebih dari 90 mitra digital yang bekerja sama dengan BAZNAS. Karena itu, BAZNAS akan terus melakukan penguatan regulasi, kelembagaan hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) guna meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mewujudkan BAZNAS sebagai lembaga utama yang menyejahterakan ummat,” ucap Prof. Noor Achmad.

Dia juga menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural yang berarti menjadi lembaga amil zakat negara perlu disejajarkan seperti halnya lembaga pemerintah yang lain.

“Untuk itu, perlu penguatan secara kelembagaan, sarana prasarana yang didukung oleh sumber daya manusia yang profesional, kompetitif dan kompeten. Sehingga akan kuat perannya dalam membantu para mustahik khususnya dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui kedermawanan transedental,” jelas Prof Noor Achmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button