Dompet Dhuafa Turunkan Personilnya untuk Bantu Pengungsi Gunung Semeru di Lumajang

JagatBisnis.com – Menyusul aksi respon Indonesia Siap Siaga pada erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta dan Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, kini tim DMC (Disaster Management Centre) melalui Dompet Dhuafa (DD) Cabang Jawa Timur, kembali menerjunkan personilnya dalam aksi respon erupsi Gunung Semeru.

Berangkat sejak Selasa (1/12/2020) pukul 04.00 WIB, tim memantau lebih dekat untuk melakukan assesment, berkoordinasi dengan pihak BPBD Lumajang dan warga Desa Supiturang, membagikan masker dan menggulirkan pelayanan kesehatan kepada warga, serta mendirikan Pos Hangat juga medis Dompet Dhuafa di SD Negeri Supiturang 04, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dengan Narahubung (Jhon) 082139181132.

“Melihat situasi dan merespon potensi peristiwa ini, DD Jatim memberangkatkan tim respon sejak Selasa dini hari ke wilayah Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Pukul 06.30 WIB beberapa masyarakat mengungsi ke tempat saudara mereka yang ada di wilayah aman di Desa Supiturang dan Desa Oro Oro Ombo. Pengungsian hanya pada malam hari, jadi pagi hari warga ke rumah masing-masing dan beraktifitas normal,” jelas Kholid Abdillah, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, sore ini (Rabu, 2/12)

“Kebutuhan darurat saat ini adalah masker guna mencegah terjadinya infeksi saluran pernapasan atas dan air bersih. Karena saluran air bersih rusak serta air sumur terkena debu,” tambah Kholid.

Potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin. Potensi ancaman bahaya lainnya berupa awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah atau ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan dari puncak. Jika terjadi hujan dapat terjadi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.

Meskipun masih dalam status Level II (Waspada), masyarakat atau pengunjung maupun wisatawan direkomendasikan agar tidak beraktivitas dalam radius satu Kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 4 Kilometer arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

“Saat ini terdapat pengungsi dengan jumlah sementara sekitar 550 Jiwa yang tersebar di dua titik, yakni Pos Pantau sebanyak 300 jiwa dan Desa Supiturang ada 250 jiwa. Juga beberapa dampak bencana berupa kerugian materil diantaranya terdapat empat Damtruk dan lima alat berat berupa Beco milik penambang, dua kandang kambing dengan perkiraan jumlah 20 ekor,” sebut Kholid.

Aktivitas Gunung Semeru saat ini tedapat di Kawah Jonggring Seloko yang terletak di sebelah tenggara puncak Mahameru yang terbentuk sejak 1913. Letusan Gunung Semeru umumnya bertipe vulkanian dan strombolian, berupa penghancuran kubah atau lidah lava, serta pembentukan kubah lava atau lidah lava baru. Penghancuran kubaha atau lidah lava mengakibatkan pembentukan awan panas guguran yang merupakan karakteristik dari Gunung Semeru. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button