Dokter Ingatkan Pentingnya Vaksin COVID-19 untuk Anak

JagatBisnis.com –  Dini bulan ini pemberian vaksin pula ditargetkan pada anak umur 12- 17 tahun. Pemberian vaksin pada anak umur 12- 17 ini dilakukan berbarengan pada 7 Juli 2021 lalu.

Tetapi sayangnya, tidak sedikit dari orang berumur yang masih ragu untuk membuat anak mereka vaksinasi COVID- 19. Sebabnya, khawatir akan dampak sisi dari vaksin itu. Padahal pemberian vaksin COVID- 19 pada anak sedemikian itu berarti, kenapa?

Dokter ahli anak, dokter. Pandangan Cesilia, Sp. A mengatakan, berarti memberikan anak vaksin COVID- 19 karena anak ialah carrier.

” Informasi dari Eijkman, 67 persen tak bergejala tetapi infeksius. Jika tidak dilindungi vaksin berapa banyak orang yang dapat mengedarkan COVID- 19 tanpa mereka sadari mereka pangkal permasalahannya. Jadi kanak- kanak berarti divaksinasi biar untuk melindungi mereka dan kelompok beresiko di area mereka,” tutur Pandangan pada Rabu 14 Juli 2021.

Tidak hanya itu, vaksin berarti untuk anak mengenang tren permasalahan COVID- 19 anak belum lama ini terus menjadi bertambah. Dengan pemberian vaksinasi anak, bisa memesatkan herd immunity di warga.

” Kedua, kita melihat tren permasalahan COVID- 19 pada berusia dan anak belum lama ini kian besar. Kita tidak dapat peroleh herd immunity 70 persen untuk COVID- 19 jika anak tidak diberi vaksinasi COVID- 19 pula. Jadi jika Indonesia mencapai herd immunity hingga kelompok anak wajib diberi vaksinasi,” tutur ia.

Pandangan pula meneruskan, berarti untuk orang berumur untuk tidak menyepelekan permasalahan COVID- 19 pada anak. Walaupun kanak- kanak masuk dalam kelompok tanpa gejala dan gejala enteng. Terdapat pula yang mengalami gejala berat tetapi sedikit dan biasanya komorbid.

” Bukan berarti kita kira sepele kanak- kanak nyaman tidak semacam kelompok lanjut usia. Karena satu nyawa yang lenyap di tengah endemi ini sudah lumayan banyak. Yang wajib di- highlight di informasi kalau kanak- kanak hati- hati di keluarga terdapat family cluster walaupun anak gejala enteng, meriang 2 hari ataupun batu berdahak pilek ia harus di swab PCR untuk membenarkan status infeksinya,” ucap Pandangan.

Ia pula menekankan berartinya melakukan swab PCR pada kanak- kanak yang melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi COVID- 19.

” Banyak di kita yang merasa tidak sampai hati ngeswab anak, akhirnya tidak swab status infeksius anak tidak diketahui, setelah itu ia dititipkan ke eyang neneknya kelompok beresiko jadi meluaskan transmisi COVID. Jangan khawatir diswab,” kata Pandangan. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button