Diusia ke-6, JamSyar Ikut Jamin Modal Kerja untuk Kurangi Dampak Covid-19

jagatBisnis.com – Selama masa pandemi, peran penjaminan dipandang sangat efektif dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN). Dalam rangka melindungi, mempertahankan dan meningkatkan ekonomi para pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19, Jamkrindo syariah (Jamsyar) diusia yang ke 6 tahun dipercaya untuk ikut serta dalam Program Penjaminan Pembiayaan Modal Kerja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Program PEN ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan program pemerintah untuk mengurangi dampak Covid 19 terhadap perekonomian. UMKM terjamin yang dapat dijamin adalah UMKM yang berbentuk usaha perorangan dan badan usaha yang terdampak pandemi Covid-19,” Direktur Utama PT JamSyar, Gatot Suprabowo, di Jakarta, Jumat (25/09/2020).

Gatot menjelaskan,sudah ada lebih dari 129.000 UMKM yang menerima penjaminan terhadap kredit modal kerja barunya di perbankan. Hingga kini, sudah bekerja sama dengan 10 bank penyalur, dan telah menjamin 129.084 UMKM dengan total volume Rp591,38 miliar atau rata-rata pembiayaan per terjamin Rp4,5 juta.

“Para UMKM sebagai terjamin dapat menerima pinjaman sebagai modal kerja hingga mencapai Rp10 miliar. Selain itu, terjamin juga tidak masuk dalam daftar hitam negara (DHN) serta memiliki pembiayaan dalam kualitas performing financing per 29 Februari 2020,” bebernya.

Dia mengakui, pihaknya berkomitmen mendukung penuh program PEN yang diinisiasi oleh pemerintah untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan ekonomi para pelaku usaha yang terdampak oleh pandemic Covid-19, yang berdampak sangat serius terhadap perekonomian Indonesia.

“Dengan adanya program penjaminan dari PEN ini, kami pun optimistis mampu tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja dan meneruskan tren positif. Apalagi melihat kinerja kami selama ini, maka kami tetap optimistis kinerja positif perusahaan bakal berlanjut,” imbuhnya.

Gatot menambahkan, dalam menjangkau potensi pasar, JamSyar senantiasa mengedepankan kepuasan mitra kerja dengan memberikan layanan penjaminan pembiayaan PEN kepada mitra penerima jaminan secara profesional, gesit, responsif, syar’i, dan inovatif.

“Semua itu kami lakukan untuk mendukung pertumbuhan perekomian nasional serta kemashlahatan bersama. Sehingga kami bisa memastikan pelaku UMKM dapat bertahan dan bangkit agar dapat berkontribusi pada perekonomian Indonesia,” pungkas Gatot. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button