Dampak Pandemi Berimbas Besar terhadap Anak-anak

JagatBisnis.com – Pandemi COVID- 19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Indonesia berikan akibat amat besar. Tidak cuma pada warga berusia, tetapi pula berefek pada kanak- kanak.

Perihal ini diklaim oleh UNICEF pada pengumuman yang bertajuk COVID- 19 dan Kanak- kanak di Indonesia: Skedul Tindakan untuk Menanggulangi Tantangan Sosial Ekonomi.

Berita Terkait

Akta itu menyuguhkan fakta kalau virus corona telah dengan cara besar mengusik kemantapan pemasukan keluarga- keluarga Indonesia. Beberapa besar dari mereka tidak tercakup dalam sistem agunan sosial yang mematok warga dalam kekurangan berlebihan.

Salah satu saran UNICEF supaya endemi tidak menyebabkan kehilangan waktu jauh kepada kanak- kanak di Indonesia, yang dicantumkan dalam akta posisi itu, merupakan dengan penuhi kebutuhan dan agunan sosial untuk kanak- kanak, paling utama dari keluarga yang berakibat dengan cara ekonomi oleh endemi.

Di bagian lain, Program Manager Corong Anak, Nahla Jovial Nisa, membeberkan sebagian kasus utama yang dialami anak selama endemi COVID- 19. Apa saja?

” Ialah kesusahan mengakses layanan kesehatan dasar, kesusahan mengakses layanan pembelajaran bermutu, bermukim di kawasan rawan musibah, rentan menemukan kekerasan dan dieksploitasi. Tidak hanya itu, terbatasnya sokongan untuk anak dengan disabilitas, orangtua mereka kehabisan mata pencaharian, dan jadi yatim piatu karena orangtua meninggal dampak terhampar COVID- 19,” tutur ia.

Bahkan, Informasi Departemen Pemberdayaan Wanita dan Proteksi Anak( PPPA) menulis, hampir 8. 400- an anak umur 0 sampai 17 tahun jadi yatim piatu, karena COVID- 19 telah merenggut nyawa orangtua mereka, di mana jumlah itu terhambur di 20 provinsi.

Melihat kenyataan dan situasi itu, Kalale Instant Babywear, tergerak untuk menolong kanak- kanak yang terdampak endemi COVID- 19. Mereka memberikan kontribusi sembako dan dorongan anggaran untuk pembangunan kembali salah satu sekolah di Sumba, yang sirna dampak banjir bandang dan angin cepat.

Salah satu pemilik Kalale, Febrina Oktaviani, mengatakan, sejak dini berdiri mereka memiliki visi untuk memberi kebahagian untuk para bunda dan anak di semua Indonesia.

Untuk mewujudkan visi itu digagaslah program Kalale Smile, untuk menyisihkan beberapa profit dari pemasaran ke program WeCare, untuk berikutnya didonasikan.

Tidak terbatas dengan kontribusi teratur yang dilakukan Kalale dengan WeCare, Febrina mengatakan, mereka berekanan dengan lembaga kontribusi lain untuk menolong bunda dan anak Indonesia yang menginginkan.

” Impian kita semoga yang kita jalani ini dapat bermanfaat untuk orang lain dan pula bisa menginspirasi yang lain pula untuk melakukan perihal yang serupa dalam skala yang lebih besar,” tutur ia.

Bertugas serupa dengan Rangkai Mimpi, Kalale memberikan kontribusi pada masyarakat Papu, Sumba Timur. Kontribusi itu diserahkan pada 30 Agustus 2021 lalu. (pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button